Logika Vs Perasaan

Tulisan ini dibuat udah sebulan yang lalu
jadi apa yang gw rasakan sekarang berbeda dengan yang ada di tulisan ini

 

Mau cerita nih latar belakang gw menulis tulisan ini. soalnya kemaren ada temen gw-cowok yang curhat ke gw tentang cewek, trus ada juga temen gw yang lain ngobrol ke gw tentang bagaimana sifat itu begitu menggambarkan sifat cowok pada umumnya.
Pertama kali baca judul tulisan ini kebayang gak tentang apa tulisan ini?
Hampir ketebak yah gw tuh belakangan ini lagi melihat dengan jelas bukti dari perbedaan antara perempuan dan laki-laki dilihat dari dua sifat tersebut. Kejadian-kejadian dan obrolan-obrolan yang gw hadapi belakangan ini begitu meyakinkan bahwa perempuan adalah makhluk yang sangat berpedoman pada perasaannya dan laki-laki adalah makhluk yang selalu berusaha untuk berpikir logis.

Sejak dulu mungkin gw pernah menyadari hal tersebut, namun atas beberapa kejadian yang terjadi belakangan ini, meyakinkan gw kalau perbedaan itu benar-benar ada dan kadang mungkin bisa menyebabkan kedua makhluk ini disebut men are from mars, women are from venus (sayangnya buku ini gw belum pernah baca jadi gw gak begitu punya banyak referensi untuk tulisan gw ini).
Salah satu temen gw (cowok) pernah cerita tentang hal yang ingin disampaikannya kepada seorang cewek. Temen gw itu menjelaskan dengan panjang lebar ke gw tentang apa yang akan dia sampaikan ke cewek itu, dengan harapan gw bisa memberikan pendapat dari sisi cewek. Tidak ada yang salah dengan hal yang ingin disampaikan temen gw itu bahkan kalau gw bilang cukup lengkap tapi kenapa yah gw masih berasa ada yang kurang? kemudian akhirnya gw sadari bahwa temen gw itu terlalu banyak menjelaskan alasan-alasan logis yang sebenarnya gw pun dan mungkin cewek itu udah tau tentang hal tersebut.

Sebenarnya kalau menurut pikiran gw, jalan keluar yang baik untuk menjembatani kedua sifat itu yaitu buat laki-laki yang selalu ingin berpikir logis (it’s ok sih) hendaknya bisa membuat logika pemikirannya itu bisa diterima oleh perasaan, sebaliknya cewek pun begitu bisa menyampaikan perasaannya dan diterima oleh logika cowok. Singkatnya sih, perlu adanya logika yang berperasaan maupun perasaan yang logis. Nah lho…penulis pun bingung dengan teori itu…

Gw pun mulai takut ma diri gw sendiri, apakah gw sekarang sudah terlalu berpedoman dengan perasaan gw. Sejujurnya gw pun terkadang ingin mendahulukan logika di atas perasaan dalam menanggapi hal-hal tertentu seperti halnya cowok. tapi gw gak bisa mengukur seberapa imbangnya gw mengatur antara perasaan dan logika. Salah satu cara untuk mengatur perasaan gw biasanya dengan menghindari keseringan baca buku-buku yang ‘touchy’. Tapi gw pun sadar tulisan ini pun muncul karena gw mengikuti perasaan gw.Walaupun logika gw mengatakan sekarang udah larut malam dan sebaiknya gw harus tidur, tapi perasaan untuk menuliskan apa isi kepala ini atau mungkin tepatnya perasaan ini bisa mengalahkan logika gw. Jadi bila ada kata-kata ‘pikiran gw’ atau ‘logika gw’ di atas gw gak menjamin bahwa kata-kata tersebut gak terkontaminasi ma ‘perasaan gw’ :P. Well akhirnya kesimpulannya sih It’s OK, selama gw masih bisa bersyukur (kalimat ini pun gw tulis karena mengikuti perasaan gw, jadi mungkin kalau dipikir secara logika kurang nyambung).

Apapun yang telah disebutkan di atas trully my own opinion, jadi cukup terlihat ketidakobjektifannya karena sampel yang diambil berasal dari gw sendiri sebagai perempuan, seorang teman tempat berdiskusi/berbagi tentang perbedaan, dan satu lagi teman gw yang karena permasalahan yang dihadapinya membawa gw ke situasi berpikir seperti ini, dari mereka gw banyak belajar. Gw yakin gak semua cewek dan cowok seperti itu, dan gw juga gak tahu mungkin saja ternyata lebih banyak cewek yang bisa berpikir logis dari cowok atau lebih banyak cowok yang perasaannya lebih peka dari cewek. Oleh karenanya, segala tulisan diatas gak perlu diperdebatkan lah, perasaan maupun logis gak ada yang salah, yang salah bila kita tidak melihatnya secara bijak. To be continued dengan topik berbeda tapi mungkin masih berhubugan :D

 Harusnya gw mulai mengerjakan tugas OS hehehe malah posting

About these ads

16 thoughts on “Logika Vs Perasaan

  1. Fitra said,”Gw pun mulai takut ma diri gw sendiri, apakah gw sekarang sudah terlalu berpedoman dengan perasaan gw. Sejujurnya gw pun terkadang ingin mendahulukan logika di atas perasaan dalam menanggapi hal-hal tertentu seperti halnya cowok. tapi gw gak bisa mengukur seberapa imbangnya gw mengatur antara perasaan dan logika…”

    Selama lo manusia… amat wajarlah kalo pendapat perasaanmu selalu hadir disamping pikiran logis lo ketika menanggapi sesuatu hal dlm kehidupan… lagian kalo lo pernah ngebaca analisa tentang perbedaan struktur/anatomi otak pada wanita dan pria dari situ keliatan kalo secara alamiah memang ada bagian otak pada wanita yang berperan dalam menempatkan wanita untuk cenderung menggunakan perasaannya dalam menanggapi sesuatu hal apalagi kalo emang si wanitanya sendiri lebih cenderung menggunakan otak kanannya….

  2. kamu sudah tahu kan tentang hasil pembicaraanku dengannya? so perfect… sampai datang sms itu.. hehe.. tapi emang dasar akunya gak punya perasaan (tepatnya, perasaan itu tertutup oleh logika).. meskipun kini aku merasa sebagai orang terjahat di dunia.. … … (gatau mau nulis apa, otak masih berliku-liku dalam dunia logis)

  3. sebuah pakta dalam penyelusuran pikiran lekaki,sebenarnya lelaki lebih setia dari watak seorang perempuan.

    sesuatu hal yang kita pahami bahwa jika seorang wanita tidak ada tercipta mungkin seorang lelaki tidak ada pikiran yang menyangkut hubungan terhadap wanita dan dia tidak mengenal perasaan mencintai lawan jenisnya.

    tetapi d3ngan adanya sebuah watak kasih dalam laki-laki,maka diciptakanlah seorang wanita yang sempurna.

    kesimpulannya:tampa ada kasih seseorang lelaki wanita tdak akan terbentuk baik rohani maupun jasmani begitu pula kalau tidak ada tujuan tertentu allah tidak menciptakan manusia serupa dengan dirinya,jadi laki-liaki dan wanita itu insan penyempurnaan.

  4. Ping-balik: Paralel vs Seri « Berawal Dari Mimpi

  5. hai…aku cuma mau bilang,klo punya cewek jangan terlalu di manjakan,dikasih jantung dia minta hati.trus gak da habis2nya pengorbanan kita,sampai kita di tingalkannya.aneh memang,karna jalan pikiran wanita beda.wanita benci logika.jalan pikirannya sulit di tebak.

  6. hmm ga semua cewek gitu kok..yg paling enak ya adaptasikan hati dengan otak jadi penggunaannya 50% brain 50% heart dahulukan logic dulu..dalam hal2 kayak gini menurut gw logic perlu banget..supaya selamat..kalo kebawa perasaan terus jadi ga punya alasan yang jelas hehe..anyway nice review

  7. Assalamualaikum wahai ahli kubur…. haha…

    gw langsung aja yaa ke inti permasalahan. Menurut gw kita sebagai manusia ga akan bisa dan ga harus memaksakan wanita harus berpikiran itu.. lelaki harus berpikiran yang ini… Yang jelas kita harus lihat permasalahan. jika memang harus diselesaikan dengan logika, berarti baik laki2 ataupun wanita harus menyelesaikan masalah tersebut dengan logika bukan dengan perasaan dan begitupula sebaliknya.
    contohnya seperti ini… Dalam mengerjakan soal matematik kan ga mungkin perasaan loe yang bermain, pasti logika loe yang harus dikedepankan. Smua makhluk ciptaan Tuhan pasti memiliki daya pikir logis dan perasaan baik itu lelaki maupun wanita. bukan hanya manusia. binatang pun juga punya. bahkan jin dan syaitan pun seperti itu. tapi semua itu memiliki kadar yang berbeda-beda. Tergantung dari pembentukan karakter masing-masing.
    Tuhan pasti maha adil. Perasaan dan logika diciptakan agar manusia mengerti arti hidup ini, membedakan mana yang salah dan yang benar, dan ingin menyadarkan manusia bahwa Tuhan itu Maha Segalanya, Maha Teratur, dan Maha Adil…

  8. Jahat ah posting ini, generalisasi yang gw ga setuju, ga semua cewe dan ga semua cowo begitu.
    Sekarang justru yang gw bingung, logika itu yang kayak gimana yang perasaan tuh yang kayak gimana?
    Logika keluarnya dari otak, dipikirin dulu trus keluar gitu? Nah, kalo perasaan dari hati, baru dikeluarin melalui sikap, bicara dan lain-lain? Begitu?
    Konklusi gw tentang logika sama perasaan kok sama yah? Kedua hal tersebut berasal dari seorang manusia, merespon satu hal, terus bentuk responnya bisa apa aja, nah bentuk respon disini gw bilang terbentuk berdasarkan latar belakang si manusianya sendiri, iq, kebiasaan, lingkungan dll gitu2 dah, plus, bentuk challenge yang kayak gimana sih yang akhirnya melahirkan si respon tersebut.

  9. Menurut aku si…meskipun cowo selalu berpegang pada logika..dan di lain sisi, si cewe terus mengutamakan perasaannya…suatu hubungan akan tetap baik, apabila kedua makhluk tersebut saling mencintai kekurangan masing2…jadi, jgn terlalu memperlebihkan perbedaan di antara keduanya, karena memang kedua insan ini berbeda…perbedaan itu yg nantinya akan saling melengkapi…dan akhirnya menjadi sempurna.amin. ^^,

  10. Bekah gw comment
    *tmn gw dgn inisial A**R bawel bgd pen gw ikt serta..heheu*

    gmn yaa,
    emg bnr cwe tuh cenderung mke perasaan dbndgkn logikanya,mknya kbnyk cwe yg jd selingkuhan kan?ahaha..

    tp yah itu td,selama qt bs mengatur kadar perasaan dan logika smuwa akn brjalan dgn lbh baik dbndg pke logika atw perasaan ajaa,.

    God bless us..

  11. Beklah gw comment..
    *tmn gw dgn inisial A**R bawel bgd pen gw ikt serta..heheu*

    gmn yaa,
    emg bnr cwe tuh cenderung mke perasaan dbndgkn logikanya,mknya kbnyk cwe yg jd selingkuhan kan?ahaha..

    tp yah itu td,selama qt bs mengatur kadar perasaan dan logika smuwa akn brjalan dgn lbh baik dbndg pke logika atw perasaan ajaa,.

    God bless us..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s