Posted by: fitrasani on: 29 Juli, 2007
Dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah di dalam angkot, seorang wanita yang belum beranak mengalami sebuah kejadian yang menjadi pelajaran baru lagi untuknya, sebutlah wanita cantik ini bernama dia
Ketika dia berada di angkot, seorang ibu mengeluh tentang guru di sekolah anaknya (kebetulan juga ada anaknya disitu), sebutlah ibumu.
Ibumu mengeluh kalau guru-guru sekarang tidak sabaran dalam mendidik anak, cepat marah, harusnya guru-guru mengetahui psikologi anak seperti apa…
Dia yang mendengarnya sih cuma bisa senyum-senyum saja.
Seorang ibu lain yang berada di angkot itu dan membawa seorang anak kecil juga pun tidak berkata apa-apa, katakanlah ibuku.
Hingga akhirnya ibumu turun dari angkot dan tidak lama setelah itu
ibuku bertanya padaku “bagaimana dengan pelajarannya tadi??”
si ku menjawab “aku diajarin membaca sama ibu guru”
ibuku bertanya lagi “trus udah bisa membaca?”
si ku menjawab lagi “udah bisa… tapi tadi ibu guru marahin aku”
ibuku kaget dan bertanya “ibu guru marahin kenapa?”
si ku menjawab dengan innocent “katanya ibu guru aku lambat menulisnya”
ibuku menjawab dengan sabar “makanya aku merhatiin ibu guru baik-baik dan jangan sering ngobrol”
seraya mengelus dada dan menahan hati untuk memberi tanggapan negatif tentang sang guru…
Trus bagaimana dengan dia. dia masih di angkot itu kok, belum turun ataupun ketiduran (secara kalau pulang kantor kerjaan dia tertidur di angkot).
Dia pun menyahut dalam hati “ada apa dengan guru-guru sekarang, sebegitu parahnya kah anak sekarang. Bagaimana kalau anak saya diajar guru seperti itu”
Dia teringat cerita dari mama helvy tentang anaknya, mas faiz, yang bercerita tentang guru sekolahnya. Tidak lupa si dia berdoa semoga bisa menjadi ibu seperti mama helvy yang memiliki seorang faiz… kyaaaaa
Untuk guru-guru TK, SD, SMP, dan SMAku…
How I love you so much…
1 | Abie
hihi,,untung hanya dimarahin lho..kalo dulu aku :
http://ikanituenak.blogspot.com/2007/07/kekerasan-di-sekolah.html
tp sekarang udah ga lagi kok ^ ^.
3 | fitrasani
![]()
@Abie: wah…gurunya sadis juga trus kreatif juga sih ngasi hukuman… aneh2 soalnya
@Arul: moga2 gak semua guru… moga2 ternyata itu guru yang sama ^_^
![]()
Guru matematika gw dulu suka nampar jidat. Untung gw nggak pernah kena, dech. Masih ada nggak guru model ginian.
6 | fitrasani
![]()
@Majalah ‘dewa-dewi’: wah nampar jidat… aneh jg yah… biasanya kan nampar pipi ![]()
@Neo Forty-Nine: hehehhe kenapa mbak… guru kan pekerjaan yang cukup mulia ![]()
7 | newbensagung
![]()
kyaaaa, dari awal tulisan ini dah narsis abis.
ckckckck.
ngikutin2 aku lagi bawa2 nama mbak helvy dan dek faiz.hmmmmm….
moga2 impianmu tuk seperti mbak helvy terwujud(ga sekalian minta suami kaya suaminya mbak helvy:D)
*kalo aku sih minta istri kaya siti khadijah :D*
8 | fitrasani
![]()
kyaaa (ikut2an gw deh) narsis apaan… huuuuu
oh blm sampai berdoa minta suami sih cuma berdoa minta anak hhahahahahhah (gk sebaliknya yah :D)
salah tuh harusnya siti khadijah saya ubah yah…
kl sy jadi co berdoa minta istri fatimah ato fitra (masyaAllah :D)…hehehhe
Latest Comments