Kemarin adalah hari pertama gw kuliah di semester 7. Kyaaa, tidak kerasa gw udah di tingkat akhir masa kuliah gw di kampus ini. Btw, krn gw sekarang udah bisa dikatakan mahasiswa tingkat akhir jadi belakangan ini pertanyaan yang sering ditanyakan ke gw adalah,
“kapan TA?”
“udah ngambil TA?”
ato bentar lagi mungkin bakal ditanyain “kapan lulus?”, hehehe…
Jawabannya adalah “belum, gw belum mau ambil TA, semester depan aja”.
tenang, tenang, gw belum mau lulus kok, jadi jangan takut gw tinggalin (huhuuhuu, kepedean)
Nah karena gw blm ngambil TA, gw mau cerita seputar mata kuliah yang gw ambil semester ini.
Di awal semester 7 ini, gw punya kebiasaan beda yaitu window shopping kuliah2 pilihan yang tidak terdaftar di KSMku. Mengutip istilah dari Bu Putri (dosen data mining yang gaul gitu loh) window shopping artinya masuk kelas di suatu mata kuliah yang tidak terdaftar di KSM dengan niat untuk pengen tau ato nyoba-nyoba ato apapun lah. Hal itu dipengaruhi karena ada beberapa mata kuliah yang sebenarnya pengen gw ambil tapi akhirnya harus mengalah dengan mata kuliah lain untuk mengisi KSMku. Alasan knp harus ada yg mengalah yaitu keterbatasan kesempatan untuk ngambil sks kebanyakan padahal mata kuliah yang gw minati lebih dari itu. Sejak awal gw udah menetapkan pilihan atas kuliah yang bakal gw ambil semester ini, yaitu ada 7 kuliah yang insyaAllah akan gw ambil selama satu semester ini dengan komposisi yang menyesuaikan calon topik TA yang bakal gw ambil.
Kebiasaan window shopping itu udah gw lakukan dua kali. Biasanya gw window shopping ke mata kuliah yang sebenarnya pengen gw ambil tapi akhirnya belum tercantum di KSM gw semster ini. Entah, semester depan mata kuliah tersebut akan tercantum atau tidak.
Hari pertama kemarin gw ikutan kuliah kriptografi dimana kuliah ini sebenarnya udah gw niatin pengen ambil sejak tingkat 2 dengan alasan ketertarikan. Namun, berhubung bidang tersebut gak terlalu dekat ma calon topik TAku jadi akhirnya tidak diambil, lihat prioritas.
Hari Kedua, gw ikutan ML. Alasan kenapa gw mau pilih ML yaitu sebenarnya masih mengira-ngira apakah akan berhubungan ma TA gw ato gk. Tapi terlepas dari itu, gw tertarik ma topik-topik yang berhubungan ma AI (Artificial Intelegence). Palagi semester ini gw ambil mata kuliah data mining yang berhubungan ML. Kyaa jadi bingung mau ML semester ini ato semester depan. Beberapa senior gw menyarankan untuk ML di semester depan karena bebannya lebih ringan.
Eniwei, ML itu apa, itu singkatan dari Machine learning atau pembelajaran mesin. Anak IF biasanya menyingkatnya dengan sebutan ML. (hohoho berbicara tentang em-el baca tulisan ini deh)
Selain dua mata kuliah tersebut, ada lagi tuh satu mata kuliah yang pengen gw ikutin yaitu SIE- sistem informasi enterprise. Andaikan tidak bentrok dengan data mining mungkin akan gw ambil aja langsung tapi sayang bentrok. Masa harus milih keduanya. Sebenarnya terakhir sebelum memastikan isi dari KSMku, dua mata kuliah, SIE dan data mining (topsus) yang membuatku bingung untuk memilih yang mana akan diambil. Akhirnya keputusanku jatuh ke data mining karena semester genap tidak akan dibuka kelasnya.
Nah, karena udah milih mata kuliah apa aja yang beruntung bisa tertera di KSMku makanya mata kuliah lain yang akhirnya gagal menjadi pilihan hidupku semester ini masih sedikit kepikiran bwtku. Dengan gw suka window shopping ke beberapa mata kuliah itu justru membuatku berkeinginan ingin mengambil mata kuliah tersebut saat ini. Masalahnya sampai saat ini pikiran gw mengatakan sebaiknya gk usah nambah sks lagi…
Padahal pertimbangannya knp mata kuliah ingin segera diambil yaitu
Pertama, karena bila mata kuliah itu gw pilih di semester depan artinya mata kuliah tersebut harus berdampingan dengan mata kuliah Tugas Akhir. Takutnya akhirnya memberatkanku karena 3 mata kuliah di atas bebannya berat juga alias tugasnya buanyak (palagi kl pke coding2 huff…)
Kedua, karena ternyata mata kuliah yang pengen gw ambil dan belum terambil itu buanyak. Padahal kl dihitung sks sih, jatah sksku untuk lulus tinggal dikit tapi kl sks kuliah yang pengen gw ambil itu cukup banyak.
Akhirnya yg perlu diketahui, mengutip sebuah tulisan di buku yg baru gw baca:
Sikap ragu-ragu adalah ketidakberesan dalam melihat sebuah permasalahan, semangat yang loyo, ketidakbulatan tekad, kegigihan yang tak tertata, dan perjalanan yang terhambat. Ragu-ragu adalah penyakit yang tidak ada obatnya kecuali dengan ketekadan, perbuatan, dan keteguhan hati.
……….
Yang harus dilakukan setelah mempelajari kenyataan adalah memikirkan permasalahan itu, bertukar pendapat dengan orang yang bijaksana dan berpengalaman, ber- istikharah kepada Rabb alam semesta, berjalan ke depan menghadapi masalah, dan menyelesaikan yang sudah ada di depan mata terlebih dahulu
Sampai kapan gw terus goyah?
Dan sampai kapan gw terus ragu untuk mengambil keputusan
Jika punya pendapat, maka kuatkan tekadmu itu
karena pendapat itu akan hancur ketika kamu ragu
sesungguhnya orang-orang beriman hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu (QS. Al-Hujurat: 15)
Kesimpulannya buat yang sedang bimbang dan ragu maka
Kesempitan jiwa ini harus diakhiri dengan keputusan yang pasti.
mengutip lagi:
Ketika orang muslim telah menetapkan keinginannya, membulatkan tekad, dan bertawakal kepada Allah setelah sebelumnya ber-istikharah dan meminta rekomendasi sana-sini, maka Ia melaju bagaikan aliran air, meluncur ke depan bagaikan sabetan pedang, kokoh bagaikan jaringan waktu, dan memancar bagaikan pancaran fajar.
Setiap orang pasti pernah berada dalam situasi bimbang dan ragu-ragu, semuanya dinilai dari bagaimana dia melaluinya…
Bismillah, gw harus siap mengatur rencana pilihan mata kuliah, lagipula gw tidak akan lupa kalau ilmu itu tidak hanya diperoleh di bangku kuliah saja.
Ini masih situasi menentukan mata kuliah pilihan, entar kl begini aja gw repot gimana pada saat gw harus menentukan kapan gw nikah. kyaaaa serem…
Berbicara tentang nikah, temen gw pernah bilang kurang lebih seperti ini (entah ini joke ato serius) yaitu “jodoh itu datang ketika kmu tidak perlu bertanya lagi apakah dia yang terbaik buatmu”
no comment deh…
kisah lain di awal semester ini yaitu gw akhirnya ngambil mata kuliah Manajemen inovasi dan kewirausahaan yang semester sebelumnya udah sempat gw ambil tapi akhirnya gw drop saat PRS krn kegilaan semester kmrn. Sebenarnya mata kuliah ini gak berhubungan dengan TAku tapi yah krn udah pengen banget dari dulu jadi ambil aja.
Mata kuliah dari program studi teknik industri ini merupakan mata kuliah yang laris di ITB. Bayangkan saja peserta yang mendaftar semester ini sekitar 400an orang. Wuff kebayang gimana ramenya tuh ruangan kelas. Pengambilan kuliah ini tentunya tidak lepas dari alasan karena pengajarnya adalah seorang bapak I Gede Raka yaitu dosen senior dari Teknik Industri yang dikenal dekat dengan mahasiswa dan merupakan seorang ahli di bidangnya. Konon beliau adalah seorang dosen yang sangat laris sebagai pembicara sehingga bayarannya untuk berbicara di sebuah seminar cukup wow… Maka beruntunglah, beliau masih mau untuk mengajar sebuah kelas dengan kapasitas yang besar banget seperti itu di tiap semester.
Bila tidak siap hari ini, maka hari esok bukan milik kita









