Posted by: fitrasani on: 10 Nopember, 2007
ibunda: Sudah setahun lebih kami bicara dari hati ke hati sama mereka yanggg sebetulnya sebagian dari mereka kawan baik juga…pernah berjuang sama-sama juga untuk issu yang beda…tapi keliatannya ada syndroma dan phobia yang dalam terhadap gol dan agama tertentu
ananda II: mmmm,,,, tapi jgn pernah berhenti mendoakan org seperti itu kali yah,,, spy dibukakan hatinya
ananda III: yup… betul sekali…
ananda II: bunda *****,, mau nanya donk,,, bgmn menjaga semangat utk terus bsa memperjuangkan hal yg kl kta pikir itu berat tantangannya,, seperti pornografi ini. kadang kan semangat naik turun ![]()
ibunda: Jangankan “semangat” nak, iman toh juga fluktuatif …..Makanya kita harus senantiasa dalam jamaah( berkelompok ) supaya saling menebar spirit…saling menyemangati..
[edited mode on]
terusik ma kritikan zakka krn tulisan ini tidak berbobot, hehehe saya jadi pengen nambahin apa sebenarnya yg ingin saya sampaikan lewat tulisan ini. Jadi sebenarnya obrolan di atas itu adalah obrolan saya terhadap seorang yang cukup menginspirasi krn keteguhan beliau memperjuangkan apa yang dicita-citakan. Nah dari keteguhan dan semangatnya, saya ingin belajar banyak. Salah satunya yang berhubungan dengan apa yang saya alami. Yah seperti yg tertulis di atas, hal yang saya ingin ketahui yaitu bagaimana menjaga konsistensi dalam sesuatu yg dinamakan beliau ‘perjuangan’ yah dan ternyata sebenarnya jawabannya gak sekompleks yang saya bayangkan. Sederhana rasanya yaitu dengan ‘berjamaah’. Yah, hal itu ternyata baru saya sadari saat bertanya ke beliau. Yah sama seperti iman, semangat atau apapun itu bisa fluktuatif, tapi ketika kita bersama-sama yang berarti ‘berjamaah’ maka akan lebih mudah untuk mengembalikan kembali semangat atau iman atau apapun itu kembali.
Yay,,, sederhana memang, entah bagaimana caranya membuatnya berbobot yang pasti sih kalimat terakhir yang beliau sampaikan cukup menjawab segalanya. Terlalu personal dan terlalu singkat jadi wajar klo tidak semua orang bisa menangkap ‘feelnya’…
Hehehe sok bijak yah,,, anggaplah ini mental baru menginjak kepala dua. trakhir makasih bwt zakka krn mendorong saya untuk memperbaiki tulisan ini walaupun mungkin justru semakin aneh isinya… whatever… eniwei, saya akan jaga baik2 ‘kepala dua’ ini huehehehe… Sekian dulu ah,,, tunggu tulisan terbaru ttg kepala dua tapi judulnya tuh ‘Moga bunda disayang Allah*’
*) diambil dari judul novel kado berkepala dua ^_^
[edited mode off]
Nopember 10th, 2007 at 2:48 pm
Fit, akhir2 ini tulisanmu serius terus… Tapi entah kenapa saya ngerasa bobotnya gak ada.. ![]()
2 | defindal
Nopember 10th, 2007 at 3:05 pm
empunya blog keknya cuma pengen ngemas dengan gaya yang beda ![]()
Latest Comments