Pemilu countdown 27 days

Socrates: Jika kalian memilih atlet terbaik di antara kalian, apakah kalian akan memilih orang tersebut secara kebetulan? Jika kalin memilih nakhoda terbaik untuk sebuah kapal, akapakah kalian akan memilih orang tersebut secara kebetulan?

Pendengar: Tentu saja tidak

Socrates: Lantas mengapa kita memilih para politikus kita secara kebetulan?

*Road to 9 April 2009*

8 Tanggapan to this post.

  1. Posted by catatanmia on 13 Maret, 2009 at 2:01 pm

    Asslkum ukhti, yup, kita harus memilih yang terbaik, untuk politikus yang ” kebetulan” terbaik memiliki visi dan misi jelas ke arah perubahan negeri kita dengan karakter “kebetulan” yang mumpuni, bisa dipertanggung jawabkan dari berbagai sisi, dibandingkan hanya sekedar kebetulan aja bukan? banyak politikus negeri yang kebetulan menjadi politikus tetapi kitapun bisa mempertimbangkan pilihan2 kita pada berbagai proses ” kebetulan ” yang memperjuangkan negeri dengan optimalisasi pada sebuah kata “Bangkit Negeriku harapan itu masih ada” jiwa-jiwa yang “kebetulan” terus memaknai arti hakiki sebuah makna kepahlawanan:-)

    Balas

  2. PILIH YANG BERSIH! :P

    Balas

  3. Posted by budirs86 on 13 Maret, 2009 at 7:39 pm

    assalamu’alaikum, pemeganng kekuasaan akan mati-matian mempertahankan kekuasaan, orang yang berduit akan mati-matian untuk memperbanyak pundi-pundinya, sedang rakyat kecil mati-matian untuk mempertahankan hidupnya, hanya qolbu yang bisa melawan nafsu dan keserakahan. Tapi ketika hati itu telah mati siapa yang akan kita serahi amanat memimpin? penguasakah, orang yang berduitkah atau rakyat kecilkah? tapi sesulit apapun kita harus menentukan pilihan. Sayangnya lagi manusia banyak lupanya, lupa dibawah ketika sudah diatas, lupa rakyat jelata ketika sudah menjadi kaya, lupa ummat ketika menjadi pemimpin, btw mari kita iktiar mencari pemimpin yang mempunyai hati bukan pemimpin yang kebetulan mempunyai hati saat kampanye..trims

    Balas

  4. sapa bilang milih politikus secara kebetulan…
    saya tidak memilihnya secara kebetulan..

    Balas

  5. yeah jd itu himbauan san,,,bahwa memilih perlu berbagai pertimbangan dan pengenalan mendalam :P

    Balas

  6. salah satu alasan sampling dilakukan secara acak pada populasi yang dianggap homogen adalah bahwa diambil dari mana pun hasilnya sama saja.

    Balas

  7. Posted by shallypristine on 15 Maret, 2009 at 4:51 pm

    soalnya preferensi acak itu emang hasilnya adalah inkonsistensi, fit.. satu hal yang bikin hasilnya bakal lebih bener itu cuma informasi. tapi kalo poster kampanyenya isinya cuma foto doang sih kagak ada informasinya..

    indonesia,, indonesia..

    Balas

Tanggapi posting ini