Jangan menangis indonesiaku

status: belum bisa ngedit tampilan blog nih😦😦😦

Dua hari yang lalu waktu gw pulang ke kos sore hari, gw kan jalan dari simpang(tempat turun angkot) ke kos. gw memilih jalan pintas lewat lorong-lorong kecil. nah waktu jalan di lorong itu gw bertemu dengan seorang wanita dengan dua orang anak laki-laki masih kecil(sekitar5 atau 6 tahun) dan seorang bapak yang berjalan di belakang mereka. di samping lorong itu ada got gitu yg agak dalam. setelah gw berpapasan ama wanita dan anak-anak itu kemudian gw berpapasan dengan bapak di belakangnya dan gw melihat muka bapak langsung sinis gitu. gw kaget liat mimik muka bapak itu sekaligus gw bingung apakah bapak itu marah ke gw atau kaget liat gw karena mungkin dia pikir gw mirip seseorang. tapi akhirnya gw menyimpulkan kalau bapak itu marah ke gw dan mungkin krn tadi waktu gw berpapasan dengan wanita dan dua anak tadi yang mungkin anak dari bapak itu gw gak berhenti dan malah terus jalan, istilahnya tuh gw gak mau ngalah gitu waktu jalan tadi. waktu di jalan pulang gw berpikir udah berapa kali gw kayak gitu. itu disebabkan awalnya karena gw selalu terburu-buru kalau jalan, gw pengen cepat nyampe kosan. trus gw juga suka……banget menghayal klo jalan jadi kadang gw gak nyadar ama orang yang jalan dekat gw……waktu di jalan ke kosan sore itu gw menyadari kesalahan gw yg gak sabaran bgt dan suka menghayal…gw malu krn merasa gak sopan, apa kata nyokap gw tuh klo tau gw gak sopan, secara gw selalu diajar kesopan ama dia…gw pengen nangis deh…😦

tiba-tiba gw ingat ama penelitian (gw lupa tau darimana, klo bukan di majalah atau talkshow di tv ) klo kepedulian dan kesopanannya orang indonesia itu justru kurang dibandingkan dengan orang barat. padahal kita selalu menyanjung budaya timur yang katanya lebih bagus dari budaya barat. penelitian itu dilihat dari beberapa kejadian seperti apakah kita mau menahan pintu untuk orang lain yang mau masuk setelah kita, apakah kita mau membantu orang untuk memungut kertas yang berserakan, apakah kita selalu mengucapkan terima kasih setelah menerima uang kembalian, dll. nah ternyata dari angket yang disebarkan di beberapa negara dan di indonesia, justru orang-orang di negara barat yang lebih sering melakukan hal-hal kecil seperti menahan pintu untuk orang yang mau masuk di belakang kita dan sejujurnya gw pun jarang melakukan itu terutama pada orang yang tidak gw kenal.

setelah mengalami kejadian duh malu deh gw,mungkin karena orang-orang kayak gw ini Indonesia sekarang jadi seperti ini hiks hiks😦. kalau kata dian sastro,”jadi salah siapa?salah gw, salah teman-teman gw atau salah budaya gw?”. setidaknya gw tetap mengaku kalau gw orang Indonesia secara yang jd indonesian idol itu bukan dirly wakakak hehehe.

3 thoughts on “Jangan menangis indonesiaku

  1. Gw pernah baca juga tuh fit artikel itu. Sumbernya dari Reader’s Digest, mereka ngadain survey di negara2 tempat kantor redaksi Reader’s Digest mereka cukup besar yang salah satunya ya di indonesia.

    Tapi banyak juga kok yang mengkritik kalau survey seperti itu sangat terbiaskan secara kultural. Misalnya, bagian survey tentang menahan pintu untuk orang di belakangnya itu, ngga semua budaya mengkategorikan melakukan tindakan itu sebagai suatu bentuk kesopanan. Jadinya banyak yang bilang bahwa survey itu mengkategorikan kesopanan dari sudut pandang sempit saja.

    Kalo menurut gw sih ngga usah khawatir banget kok fit elo dianggap ngga sopan dari kejadian elo dan bapak2 itu. Toh, elo melakukan itu karena emang lo lagi buru2 kan, dan bukan karena itu emang habit elo sendiri. Kalo lo coba tanya ke orang2 yang kenal sama elo, gw yakin kok semua pada bilang kalo elo emang seseorang yang menjunjung tinggi kesopanan. (Haduh.. bahasanya… -_-‘)

    Cheers, Miss Dunia!😀

  2. fitra: …apakah kita mau menahan pintu untuk orang lain yang mau masuk setelah kita, apakah kita mau membantu orang untuk memungut kertas yang berserakan, apakah kita selalu mengucapkan terima kasih setelah menerima uang kembalian…

    apakah kita mau membereskan himpunan yang berantakan???😛

  3. wah ibam…terima kasih, klo kmu memandangku seperti itu hehehhe…tulisannya memberikan informasi tambahan dari tulisanku.

    apakah kita mau membereskan himpunan yang berantakan???
    hehehehe…dasar lapra mentang-mentang ka Biro Rumah Tangga HMIF, omongannya pasti berhubungan dengan bersih-bersih. klo massalah bersih-bersih himpunan itu berarti berhubungan dengan rasa kepemilikan terhadap himpunan dan kebiasaan. kalau semua anak himpunan menganggap himpunan seperti kamar kos sendiri trus juga kalau kebiasaan anak himpunan kita bersih-bersih mungkin himpunan akan selalu bersih dan rapi. jadi masalahnya dimana di rasa kepemilikan atau kebiasaan????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s