Bangun pemudi-pemuda

Idealisme kami

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
Mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
Sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
Jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
Kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka,
Jika memang itu harga yang harus dibayar

Tiada sesuatu yang membuat kmi bersikap seperti ini
Selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami,
Menguasai perasaan kami,
Memeras habis air mata kami, dan
Mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.
Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana
Yang mencabik-cabik bangsa ini,
Sementara kita hanya menyerah pada
Kehinaan dan pasraah oleh keputusasaan
Kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
Kami membawa misi yang bersih dan suci,
Bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,
Dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia,
Tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya
Tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan
Terima kasih.

Yang kami harap adalah
Terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
Serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta

 

Gw suka banget deh tulisan diatas yang pertama kali gw baca waktu di kampanye salah seorang mantan presiden KM ITB. Mungkin tulisan ini udah cukup familiar di beberapa orang soalnya kata teman gw kalimat pertama (pembuka) selalu diucapkan/diulangi waktu dia mengikuti sebuah pelatihan.

Menurut gw tulisan itu ‘indah’ banget, gw merasa sangat bangga, sedih, bahagia, bersyukur saat membacanya pokoknya gado-gado deh. Bukan berarti gw sok idealis yah, sejujurnya gw pun merasa gw belum seidealis itu, tapi tulisan itu cukup membuat gw memiliki harapan kuat bahwa bangsa ini memiliki banyak pemuda-pemudi bisa membawa Indonesia suatu saat kembali menjadi bangsa yang besar. Gw gak mau janji idealisme yang di atas akan gw wujudkan suatu saat, tapi gw bersyukur bisa merasakan termotivasi aja membaca tulisan diatas, apalagi di bait pertama, gw terharu banget bacanya, gw pun seakan-akan merasakan hal sama seperti yang dirasakan oleh penulisnya tapi gw pun tahu gw belum benar-benar mewujudkan perasaan gw.

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
Mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.

Inilah suatu saat ketika gw ber-idealisme bung…tepatnya setelah gw menonton acara perayaan Hari sumpah pemuda di istana wakil presiden dan disiarkan langsung oleh TVRI(pertama kali lagi gw menikmati tontonan dari saluran tv ini). nonton gak? atau tahu gak sih? gw pun kalau gak sengaja ganti channel TVRI juga gak bakalan tau.
ehm..tapi kalau berita tentang band Ungu yang dilarang masuk istana wakil presiden karena pake jeans pasti pada tau semua hehehe…

…Bangun Pemudi-pemuda Indonesia, tangan bajumu singsingkan untuk negara
masa yang akan datang kewajibanmulah…

ehm…lagu yang lama buanget tidak pernah kunyanyikan atau pun kudengar tapi malam ini terdengar lagi

5 thoughts on “Bangun pemudi-pemuda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s