RI-2 ke ITB

Hari ini, gw n upik berniat untuk mengikuti seminar nasoinal “Quo vadis kemandirian bangsa” dengan pembicara Bapak Amien Rais (idolaku) , Jalaluddin Rahmat, dan Dr. Zaky (ahli nuklir, dari dosen Fisika ITB).
walaupun hari itu JK datang ke kampus gajah duduk tapi awalnya gw gk tertarik sama sekali atas kedatangannya. Hingga tadi pagi pas mau ke sabuga gw lihat di gerbang belakang beberapa mahasiswa yang gak bisa masuk karena dijaga ma polisi. gila yah, seumur-umur gw kuliah disini baru hari ini gw liat mahasiswa gk bisa masuk kampus. Kejadian seperti ini sebenarnya mirip waktu OSKM 2006 kemaren yaitu pagar2 ditutup tapi krn ada lubang di pinggir pagar jadi mahasiswa masih bisa masuk ke kampus. tapi yang hari ini bener2 tertutup n dijaga supaya mahasiswa gk masuk ke kampus. makanya seminar ini yang awalnya bertempat di aula timur dipindah ke sabuga walaupun ada hikmahnya juga soalnya seumur-umur di ITB barusan gw ikutan seminar KM yang diadakan di sabuga, acara nasional pula, setidaknya tempatnya oke lah.
ok back to topic JK. Jadi awalnya gw yg gk tertarik tiba2 jadi merasa terusik jg melihat 3 mobil detasemen yang diparkir di sabuga trus mahasiswa2 yg gk bisa masuk.

Setelah seminar selesai, kami berdua pergi ke kampus untuk melihat situasi kampus yang katanya dijaga ketat ma tentara ataupun polisi. Pas jazz upik mau belok jalan Ganesha ternyata ditutup dan terpaks kami lewat jl. gelapnyawang. Ups, ternyata ada yang lagi demo. Btw, kok gw kenal yah yg lagi orasi. hohoho ternyata si dia, pantesan akhir2 ini gk pernah muncul.
kembali ke mobil, akhirnya jazz terparkir depan kantin2 depan gelapnyawang. rencanya sih mau makan disitu, tapi akhirnya gw nganterin upik dulu salat di salman. Sampai di salman, ada masalah lain yg gw temui selain JK datang yaitu beberapa orang yang berkumpul krn terusik dengan kehadiran JK. Dari situasi saat itu gw menangkap ada masalah antara si lama dan si baru. Akhirnya setelah gw mencari penjelasan kanan kiri, intinya tuh masalah yang mengusik orang yang lagi kumpul itu yaitu masalah komunikasi (kata2 yg suka gw pake) & kepercayaan si baru thd lama dan masalah JK datang hingga kampus tertutup.
Kalau gw boleh menganalisis dan berpikir secara bijak sebenarnya masalahnya harusnya satu aja yaitu “Jusuf Kalla datang ke ITB dan kampus harus ditutup”
Bila Jk datang ke ITB sebenarnya gak masalah, namun hal yang cukup merugikan masyarakat kampus yaitu kampus ITB secara total ditutup saat itu dari jam 3 pagi ampe j3 sore.
kenapa merugikan?
– beberapa kegiatan di dalam kampus harus dipindah tempatnya pada saat H-1. salah satunya yaitu seminar nasional tadi.
– ada mahasiswa yang mau ujian terpaksa ujian di salman
– dan yang kasihan banget tuh, ada mahasiswa yang mau TA gk bisa ngerjain. emang gk bisa dikerjakan lain waktu? kalau dari informasi yang gw dengar, penelitian yang dia lakukan yaitu menganalisis ttg kultur jaringan yang berarti setiap siklusnya harus diperhatikan. ketika mahasiswa tsb tidak bisa meneliti saat itu berarti dia harus mengulang lagi dari awal untuk bisa meneliti kultur jaringan. walaupun gw gk kebayang tapi seperti itulah yg gw tangkap.

Beberapa kerugian di atas sebenarnya bisa diminimalisir bila ternyata penutupan kampus sudah diinformasikan terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya pada saat kuliah. sayangnya keputusan tersebut baru muncul H-1, padahal sehari sebelum itu adalah hari libur nasional jadi orang yang ada di kampus sedikit. Kemudian informasi tentang penutupan kampus yang beredar H-1 yaitu kampus ditutup di sekitar Aula Barat tapi ternyata akhirnya berubah menjadi seluruh kampus dan hal tersebut tidak sempat diinformasikan.
Orang tuaku direktorat kok kesannya menutup2i atas kedatangan seorang “RI 2” ke rumah kita yah bahkan gk semua anaknya diberi tau mungkin ada pertimbangan tertentu. Tapi gk enak aja tuh kesannya ketika ada tamu datang diam2. Lihat aja nih, anak-anaknya terpaksa jd marah2 gini.
Satu hal merugikan dan lagi-lagi terjadi akibat penutupan kampus hari ini yaitu beredarnya isu-isu yang membuat kepercayaan antar mahasiswa lagi-lagi terkoyak (ehm, bahasaku berlebihan :D).
Lagi-lagi kami mendapat informasi salah
lagi-lagi kami dibohongi
lagi-lagi kami diprovokasi
lagi-lagi kami berselisih

huh…saya capek

penutupan kampus sebenarnya adalah wewenang ataupun perintah langsung dari pengawal JK yang notabene berasal dari persetujuan Jusuf Kalla tentunya. Walaupun, kami tidak punya wewenang akan hal tersebut tapi yah tolong dipertimbangkan bahwa ITB adalah kampus dimana hari libur pun masih ada mahasiswa yang punya keperluan untuk masuk, berbeda dengan sebuah kampus di tempat asal teman gw yang waktu libur lingkungannya sepi banget.
Jadi, kalau misalnya pak JK menginginkan keamanan yang ketat kenapa gak sebaiknya acaranya dilaksanakan di tempat lain saja misalnya hotel (ini masukan buat panitianya sih).

Tiga tahun saya di ITB, kemarin adalah pertama kalinya gw lihat kampus ini benar-benar tertutup secara total. Padahal waktu jaman bom sana-sini gw pernah beranda-andai untuk keamanan bisa gak kampus ini tertutup dari depan sampai belakang, kiri dan kanan. Dulu sih gw anggap itu mustahil kalau ada orang yang gak bisa masuk kampus karena kampus ini terbuka sekali namun kalau mobil dilarang masuk kampus masih bisa soalnya tinggal dijaga aja gerbang-gerbang. Tapi walaupun gerbang-gerbang ditutup tapi masih ada cela buat orang lewati. Tapi yang terjadi kemarin tuh merubah anggapan gw, apa sih yg gk mungkin untuk orang seperti JK.

Cukup ah capek mengkritik terus karena kalau dipikir2 gw dapat dosa trus yang dikritik(terdzolimi) dapat pahala. tapi kalau org yg dikritik jg telah mendzolimi banyak pihak hayo dosanya banyak juga karena akumulasi dari banyak orang. Huff…lagi-lagi gak ada yang dapat untung disini, paling syaitan doank yang dapat untuk banyak calon2 temannya kelak. Hehehe kok gw ngomongnya sejauh ini.
tapi mungkin gw gk akan mengkritik klo misalnya pak JK datang pas hari kamis kemarin supaya gw bisa libur dari kamis.
eh gk juga ding setelah gw pikir2 waktu kdtgn pak JK jgn hari kamis krn ada dech, jd kyknya enakan hari senin ini aja soalnya gw lg malas ke kampus hehehe gk jelas khayalan gw.

2 thoughts on “RI-2 ke ITB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s