Amanah Berharga[2]

Sebelumnya kenapa gw namakan tulisan ini amanah berharga 2 karena ternyata agak sedikit berhubungan ma tulisan gw yang dulu judulnya Amanah yang Berharga

Meskipun LPJ HMIF sudah berlalu sejak dua minggu lalu, semoga tulisan ini masih cukup menarik untuk dibaca (moga2 gk basi-basi amat lah). Berawal ketika seminggu yang lalu gw ngobrol2 dengan vinta, sekretaris HMIF saat ini(pengganti gw tentunya), tentang apa aja kerjaan sekretaris dan hal-hal apa yang gw sesali dan jangan terulang.
Poin terakhir yang ditanyakan vinta itu membuatku sedikit bingung karena terus terang walaupun tugas sebagai sekretaris yang telah gw lakukan belum sempurna namun apapun yang telah berlalu itu insyaAllah gak akan gw sesali. Selama gw menjabat menjadi sekretaris HMIF 2006-2007, gak semua tugas telah gw laksanakan dengan semestinya.

Oleh karena itu, gw membuat tulisan itu untuk coba menjawab pertanyaan vinta itu dan gw mencoba untuk mengganti pertanyaan menjadi apa yang belum gw lakukan:

Hal pertama yang muncul yaitu gw belum banyak memberikan teladan buat vinta sebagai bagaimana sekretaris harusnya. Jadi selama setahun vinta menjadi sekretaris HMIF, gw bersedia untuk selalu dijadikan t4 bertanya.

Banyak gambaran idealnya seorang sekretaris di pikiranku tapi kalau gw menilai gw belum bisa mencapai dari gambaran ideal tersebut. Gw mau cerita dulu ketika pertama kali gw diminta untuk menjadi sekretaris HMIF.
K Budi meminta gw meminta sekretaris HMIF karena rekomendasi dari beberapa orang (moga2 gk salah ingat). Gw pun menerima permintaan tersebut karena saat itu gw merasa tertantang diberikan tanggungjawab yang lebih yang pernah gw lakukan di himpunan. Saat itu, K Budi mempercayakan tugas sekretaris gw dan kurang memberikan arahan ke gw bagaimana sekretaris seharusnya dan arahan tersebut gak benar-benar gw dapatkan dari hasil obrolan dengan teh Dewi sebagai sekretaris terdahulu. Akhirnya gw pun membuat gambaran idealnya tugas sekretaris dan hal itu menjadi konsumsi gw pribadi. Tapi Sayangnya gambaran ideal itu berbenturan dengan kultur HMIF sebagai organisasi t4 gw berkontribusi dan sikap kerja gw juga.
Berawal dari itu akhirnya dampaknya selama setahun gw menjadi sekretaris gak ada orang yang benar-benar mengontrol/mengawasi/mengingatkan gw selama menjadi sekretaris. Gw gak bisa menggantungkan diri gw untuk mengevaluasi diri gw. Hingga akhirnya di akhir kepengurusan gw bisa menilai diri gw belum bisa menjadi sekretaris yang ideal berdasarkan gambaran gw sendiri. Jadi, kalau anggota HMIF akhirnya menerima LPJ sekretaris 0607 mungkin karena gambaran mereka tentang sekretaris gk seideal yang gw pikirkan atau karena menghargai kerja gw selama ini atau malah kasihan kali yah hehehehe.

Bagi gw menjadi sekretaris bukan hanya bisa membuat surat/proposal/dll ataupun ngadain rapat koordinasi trus jadi notulen, dll. Tapi, lebih dari itu, menjadi sekretaris berarti memberikan pelayanan informasi bagi divisi-divisi yang lain, itu adalah gambaran ideal gw. Selama ini, gw belum merasa penyedia informasi yang fleksibel untuk teman-teman HMIF. Seharusnya data-data dan informasi selama satu kepengurusan HMIF dapat diketahui oleh seorang sekretaris himpunan. Kenyataannya di lapangan saat itu, gw hanya tau informasi divisi-divisi berdasarkan hasil rapat koordinasi kadiv+biro dan gw belum proaktif untuk mencari data dan informasi dari masing-masing divisi. Akhirnya hingga di akhir kepengurusan, data-data yang ada di gw belum lengkap seidealnya yang dimiliki oleh suatu kepengurusan

Hal yang terakhir ini bukan berarti gak begitu penting namun justru hal ini yang paling pertama kebayang di gw. Satu hal yang belum ideal gw lakukan sebagai seorang anggota HMIF. Selama ini gw keseringan menyimpan sendiri informasi dan data dalam artian gw kurang mengkomunikasi informasi yang gw miliki. Fungsi gw sebagai pelayanan informasi ke divisi-divisi ataupun massa himpunan gak jalan.
Jadi, kalau gk ditanya maka gw gk akan memberi tahu. Mungkin bagi beberapa orang itu normal tapi menurut gw sebaiknya ketika gw tau sesuatu yang berguna bagi orang lain maka sebaiknya gw berinisiatif memberikannya ke orang itu, gak perlu nunggu kapan orang itu sadar untuk bertanya atau menyadari bahwa hal tersebut penting untuk diketahui.

Mungkin itu dulu yang bisa gw berikan ke vinta sebagai uneg-uneg atau apapun lah sebagai amunisi menjadi sekretaris HMIF ke depannya. Terlepas dari segala kekurangan gw, Vinta gak perlu merasa terbebani untuk memperbaiki semuanya karena menjadi sekretaris bagi gw adalah salah satu wahana pembelajaran bagi gw jadi khilaf dan kesalahan itu adalah wajar😀. Jangan pernah takut salah dan jangan pernah bangga atas sebuah keberhasilan. Mungkin ada yang berpikir apa sih keberhasilan dari seorang sekretaris karena kita pun bukan seorang pelaksana kegiatan seminar/training/wisuda/apapun yang dilakukan oleh divisi. Tapi satu hal yang juga sempat gw katakan di LPJ kemaren bahwa sekretaris adalah seorang pelayan bagi ketua, kadiv+biro, dan anggota.
Apapun nantinya yang akan kmu lakukan setahun ini di himpunan tapi dari saya menginginkan bentuk kepedulianmu ke organisasi ini semakin besar dan kepedulian itu bisa diwujudkan dalam kontribusi nyata. Jadi setahun menjadi sekretaris bukanlah akhir dari kontribusimu tetapi awal untuk kontribusi yang lain😀.

Mungkin segitu dulu deh, maaf gak sesuai dengan yang diinginkan. Apapun yang udah gw tuliskan bukan berarti gw lebih baik dari vinta, tapi gw yakin entar di akhir tugas , vinta bakal lebih baik dari gw.
Tulisan ini emang sebenarnya gw tujukan untuk vinta tapi sengaja gw publish di blog supaya bisa jadi bahan pembelajaran bwt yang lain (iy gak sih???). Btw, kadang-kadang gw bingung apa sih yang orang liat untuk mencari sekretaris?
gw bingung sih soalnya sekretaris itu kan biasanya gak diseleksi karena sekretaris itu kan orang kepercayaan jadi biasanya diminta langsung oleh orang yang berkepentingan. Sebagai contoh yah, gw udah lima kali jadi sekretaris (3 kali sekretaris organisasi, 2 kali sekretaris kegiatan) dan semua itu adalah jabatan yang ditawari ma orang (moga2 artinya gw orang yg bisa dipercaya heheheh) bukan dipilih.
Memang gw gak pantas untuk menilai diri gw sendiri tapi satu hal yang dari dulu gak pernah berubah yaitu tulisan tangan gw gak bagus banget sehingga layak menjadi sekretaris, gw juga gak selalu mencatat kalau kuliah.

Jadi gw pengen nyimpulin aja esensi menjadi sekretaris itu bukan karena tulisannya bagus banget, bukan karena dia rajin mencatat tapi sekretaris itu sebaiknya orang yang cukup berpengaruh di organisasinya, orang yang bisa memberikan pertimbangan untuk ketua berdasarkan apa yang dia tahu, terakhir dia haruslah orang yg dekat dan fleksibel dengan semuanya karena dia berhubungan dengan banyak orang, bonusnya sekretaris biasanya menarik (hahahhaha, maaf ini ngasal aja sih, soalnya dari tadi ngomongnya serius terus)

– Kau takkan bisa merubah apapun karena tak ada hidup sempurna-

5 thoughts on “Amanah Berharga[2]

  1. berbagi pengalaman aja, kalo di LFM sekertaris gak cuma mengurusi administrasi dan surat menyurat. sekum juga menjadi pmotivasi kru, menjaga supaya tidak cape berkegiatan, dan juga jadi backup ers ketua umum.hmmm….
    tapi menurutku tugasmu yang jadi tambahan itu sedikit memberikan efek baru buat sekertaris, harusnya. gak cuma juru tulis aja. berhasilkah?dan harusnya diteruskan….
    hehe, sekedar pndapat.

  2. @Shodiq: salam kenal juga. Wuah alhamdulillah ada yg mengerti😀
    @Vinta: chayo…vin…di bawa santai sajalah hiihihih
    @horst wessel: [serius mode on]yang penting prosesnya bos, bukan hasilnya. No.1 itu konsekuensinya[serius mode off]
    @Zehn:wuah, sekretaris LFM pasti org yang perhatian, ceria. kyknya hebat tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s