Mr. Thamrin statue

Two days ago, I came to Monas (Monumen Nasional) with my friends in high school. Actually, we planned to go up on Monas. We wanted to see Jakarta’s look by the top of Monas. Unfortunately, we were late asking Monas’s official to get a ticket. Finally, we just doing photograph around Monas.
Before we left, we met Thamrin statue and the inscription* which is taken over by Thamrin’s thought. Here is the inscription:

edit.jpgclick the picture to read clearly what Mr. Thamrin said

What he said reminds me what my duty is. FYI, since four months ago, I have been a representation of Informatics students in Kongres Mahasiswa KM ITB which is called Senator.
What Mr. Thamrin said made a flashback of my duty as senator
Whose voice I must sound off…..
Whether I have brought my citizen’s wish for four months…..
I hope I can answer those questions properly for the rest of my duty time (about till 8 months).
Therefore I need you remembering me about that.

 

 

edit2.jpg “senator juga manusia ^_^”

*prasasti

12 thoughts on “Mr. Thamrin statue

  1. hahaha,,, yaya,,
    numpang ktik-ktik di saat2 yg nganggur fit,

    humm,, kyny aq inget sesuatu tapi aga lupa jg. bahwa seorang pemimpin itu sebetulnya bukan menjadi raja tapi justru beliau adalah seorang pelayan. yang melayani dan mendengarkan keluhan2 dibawahnya.
    sehingga terciptalah kehidupan bernegara yang harmonis (gila! ppkn bgt si gw?!?!?!?)

    tapi ya, ugh.. terlalu kompleks dengan mental politik yang serba tidak dewasa.
    yang di bawah ya elus dada sajalah….

  2. @Arul: Amiiiin…semoga amanah..
    @carol: setuju mbak… bahwa pemimpin perlu memposisikan diri sebagai pelayan… Hehhehe dari mental politik yg tidak dewasa itu sebenarnya menggambarkan mental masyarakat Indonesia…gmn ^_^

  3. Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya.
    Lakuin apa yang lu yakinin
    sampai’in apa yang pengen lu sampai’in
    karna sesungguhnya lu tu ya rakyat. . .

    Benar/salah itu relatif…
    kalo menurut lu itu benar
    maka menurut rakyat yang lu wakilin itu juga benar.

    amanah bukan tanggung jawab, amanah bukan beban.
    amanah adalah pola pikir
    maka berpikirlah sebagai orang yang ber-amanah

  4. @Dimz: hehehhehe tapi sy blm punya sayap nih..kyaaaa

    @Mriyandi: owh… makasih2 masukannya. Saya pernah berpikir seperti itu, ketika saya menyampaikan suara HMIF di kongres sebenarnya tidak lebih dari saya menyampaikan suara saya saja. toh saya juga anggota HMIF dimana saya sudah ada di HMIF selama 3 tahun dan tentunya saya sudah mengenal kurang lebih keinginan anggota HMIF (selayaknya begitulah seorang senator).
    Moga2 saya gk selalu berpikir seperti itu…makanya ingatkan saya😀

  5. engga jg si fit,
    mmm,,,, gmn ya, mungkin mental stelah nyampe di posisi atas kali ya
    karna yang di bawah tu pada umumnya masi mendengarkan rakyat, sedangkan atas hobinya rebutan posisi, siapa sekubu ma sapa.
    mungkin ky mahasiswa yg masi idealis, klo da ‘kecemplung’ ya ktularan jg.
    bisa jadi nanti saya salah satunya hahahaha,,,,

  6. Emang benar, kelihatannya psikologi orang di posisi atas berpotensi bisa berubah seperti itu.
    Okey2 pelajarannya berarti orang di atas harus sering-sering melihat ke bawah spy tetap ‘nyadar’
    waduh mbak carol jgn sampai gitu donk…eniwei emang anak PL tuh berpotensi untuk membangun daerah sekaligus jd pemimpin di daerah…
    keren…😀

  7. @carol dewita
    carooooooooooooooool,,,,
    apa yang terjadi padamu???
    kata2nya,,seperti bukan carol, hahaha ^_^
    jadi minder nih😛
    .
    buat fitra, biar selalu deket sama ‘suara’ yang diwakilkan di kongres, sering2 nongkrong di HMIF,,,jangan nge-tem melulu di kongres sana😛
    kasian temanmu satu ini kalo lagi mau cari kamu,,, jauh,,😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s