Mas Faiz

AYAH BUNDAKU

Bunda
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku

Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku

Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku
mencintai surga

Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah
nanti

(Januari 2002, dari buku: Untuk Bunda dan Dunia, DAR Mizan 2004)

Pertama kali saya membaca puisi di atas, saya langsung ingin tahu siapa arsitek dari rangkaian kata-kata yang dalam itu.
Pertama kali saya membaca surat untuk presiden yang dibuatnya, saya penasaran ingin kenal siapakah gerangan bocah yang ulang tahunnya bersamaan dengan hari ulang tahunku itu.
Siapakah Abdurahman Faiz???
Waktu itu adalah sekitar dua tahun yang lalu…
akhirnya saya mencari-cari di dunia virtual informasi tentang anak tersebut hingga saya tidak sengaja menemukan blog sang bocah.
Sejak saat itu saya bermimpi suatu saat saya ingin bertemu dengannya.

Selain puisi di atas, banyak puisi lainnya yang juga menyentuh hati padahal menurutku pemilihan kata-katanya pun cenderung sederhana namun dirangkaikan dengan indah.
Di satu sisi, banyak penyair yang bisa menulis kata-kata indah tapi hanya ketika saya membaca
tulisan mas faiz (tidak hanya puisi), saya bisa sangat terharu bahkan menitikkan air mata.
kenapa bisa seperti itu?
mungkin hal tersebut karena mas faiz menuliskan puisi dengan hati, jujur, apa adanya, ungkapan perasaan, dan menggambarkan dirinya.
Jadi, ketika saya terharu membaca puisinya, tidak lain saya pun terpukau dengan kepribadiannya.

Tidak terlepas dari itu, saya pun kagum dengan mbak helvy tiana rosa selaku bunda dari mas faiz Beliau seorang bunda yang berhasil mendidik putra semata wayangnya sehingga bisa pintar dan murah hati.

Saya pernah membaca tentang masa kecil Helvy Tiana Rosa yang diceritakan oleh mas faiz, bahwa mbak Helvy Tiana Rosa sejak kecil kepribadiannya seperti faiz yaitu seorang yang sangat peka terhadap lingkungan, dermawan, sangat cinta dengan masyarakat kecil.
Seorang faiz adalah perpaduan dari dua kebaikan dan kelebihan yang dimiliki orangtuanya. Subhanallah inilah kehendak Allah swt. karena kepribadian anak adalah cerminan dari orang tua.

Ya, Allah tuntunlah anak-anak Indonesia menjadi penerus bangsa yang akan membawa Indonesia ke masa yang jaya amien…
saya yakin masih banyak masfaiz-masfaiz lainnya.
yang masih kecil, remaja, seumurku, dan mungkin sekarang sedang menanti ajalnya.
Tuntunlah kami ya Rabb hingga kembali bersama-Mu

DOAKU HARI INI
Tuhanku
berikanlah waktumu padaku
untuk tumbuh di jalan cinta
dan menyemainya
di sepanjang jalan ayah bundaku
di sepanjang jalan Indonesiaku
di sepanjang jalan aku menujuMu
Amin
(Juli, 2003, dari buku: Untuk Bunda dan Dunia, DAR Mizan 2004)

(Puisi diatas saya ambil dari Taman Hati Abdurrahman Faiz http://masfaiz.multiply.com)

09/09/2007, 10:16 am
Tidak sengaja gw memeriksa layar ponsel dan menyadari ada 2 miscal yang masuk dari lafra.
Segera gw mengirimkan pesan kepadanya untuk menanyakan perihal telepon tersebut.
Ternyata balasan pesan yang gw terima itu “tau g ada faiz di salman?”
gw pun masih blm ngeh, “hah, acara apa? kpn?”,
dengan sigapnya lafra membalas “skrg. Ada kyk bedah buku dia gt”,
gw pun meyakinkan apakah acaranya terbuka untuk umum dan dimana tempatnya,,,
setelah itu gw bersiap-siap untuk berangkat,,,
Namun, persiapanku tiba2 terpotong dengan pesan singkat di messanger dari si poo yang bertanya tentang perilaku desktop yang aneh dan kebetulan barusan gw alami karena disebabkan virus gk penting
Kyaa akhirnya gw pun meladeni pertanyaan si poo sebagai orang yang pernah senasib dan habislah waktu sekitar sejam untuk siap2,,,
Tapi gw tetep berangkat walaupun gw yakin sudah ketinggalan banyak acara tersebut dan keyakinan gw terbukti akhirnya setelah sampai di Salman gw kehabisan buku terbarunya T_T dan acara bedah bukunya.
Tapi tidak masalah karena akhirnya semua terobati dengan perjumpaan setelah acara selesai. Nah ini dia hasil fotonya ^_^

14 thoughts on “Mas Faiz

  1. @Novi: hehehe, tenang2 moga2 kta jodoh bertemu lagi😀

    @danasatriya a.k.a poo: siapa yg gak mau mke Avg + pcmav😀

    @spoiler: mas faiz(151195) yg udah kelihatan gede ato sy(151187) yg kelihatan muda yah hiihihhiihihhi ^_^ …..

  2. endingnya, si virus genit harus berhenti tersenyum..
    *lebi takut ama sandal dan bakiak yang dilemparin ama yang punya laptop gara2 tu virus dan cecunguknya sempet muncul lagi*

  3. ehm, mba fitra ini ridho (yang PMB ituh🙂 )
    Kebetulan pas hari minggu idho liat acara itu juga, wah pas Faiz bacain puisi bwt ayahnya (judul puisinya “ayah” juga kalo gak salah) eh, ayahnya menangis !_!

    Mungkin itulah yang namanya tangisan sejati sesungguhnya ya, mba
    Menangis tapi sebenernya bahagia

  4. @rani: makasih pra,,,, udah dismsin n difotoin😀

    @pakde: yah soalnya si virus dah bosen ma si pakde jg sih,,, gk ada yg bsa diperoleh dgn bergantung ma si pakde,,, halah gk penting abis,,,

    @ridho: wah sayang euy, pas di bagian itunya sy gk liat,,, huuu keluarga bahagia deh kelihatannya,,, sy pengen punya anak seperti itu😀

  5. @trian: hehehhe kok artis cilik, gk papa deh mau dibilang apa juga😀

    @Vina Revi: iya yah mbak moga2 Nadya jg seperti kknya,, moga2 banyak anak2 indonesia yg hebat di bidangnya masing2, salah satunya anaknya mbak vina😀 Amin…………….

  6. setelah q baca bukunya……air mata pun mengalir dengan sendirinya

    cengeng y aq….hiks…(biarin)

    fit…teu ga mas faiz kejogjanya kapan….
    klo teu kabarin q yo….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s