Jangan mau jadi zombie

Kalau ada yang tanya hal apa yang menghantui saya seminggu terakhir ini?
Bisa tebak apa kira-kira akan kujawab?
mungkin ada yang berpikir tentang kongres, KM ITB, atau tentang rektorat. hehehe kalau ada yang berpikir tentang itu ternyata jawabannya meleset. Karena bukan itu sebenarnya yang paling menghantui saya.
Jadi apa donk??? Silahkan teman-teman temukan jawabannya di kisah berikut *eng ing eng,, sok-sok di dramatisir*
Yah, jawabannya mungkin gak sepenting yang diharapkan tapi cukup aneh bagi saya.

Dimulai ketika hari libur idul adha, saya dan teman kosan pergi nonton film “I’m legend” di studio ** C*w*lk (sebenarnya gak penting amat sih tempat nontonnya). Ketika menonton ini sebenarnya saya sudah membaca terlebih dahulu reviewnya di suatu situs jadi sudah terbayang akan seperti apa. Namun, ada hal yang menarik bagiku di salah satu scene setengah jam pertama yaitu ketika neville (pemain utama) pertama kali diceritakan ketika dia balik ke rumah karena hari menjelang magrib (17.30). Scene ketika dia naik tangga rumah dan menyiramkan entah air apa trus menutup pintu dan segala jendela membuatku tiba-tiba terkejut. Kalau pembaca telah menonton filmnya pasti merasa aneh kenapa saya terkejut karena scene awal itu kan belum ada apa-apa (zombienya belum muncul). Yah saya terkejut karena ternyata tanpa sengaja scene itu mengingatkan saya pada suatu mimpi setahun ato dua tahun lalu yang pernah saya alami. Saya tiba-tiba ingat bahwa saya pernah mimpi menjadi orang seperti neville yaitu manusia satu-satunya di dunia sedangkan manusia lain terjangkit penyakit sehingga harus dipisahkan dari dunia luar dan saya harus hidup sendirian agar tidak terjangkit entah penyakit apa waktu itu (jadi emang ceritanya kurang lebih mirip dengan film itu). Disitulah bermulai akhirnya selama sejam terakhir nonton film itu akhirnya perasaan saya mencekam banget berbeda bila halnya saya harus menonton film hantu apa kek asalkan tidak seperti film itu. Akhirnya saya mencoba menganalisa secara sederhana kenapa film itu terasa lebih mencekam daripada film-film yang lebih horor lain yang pernah saya nonton mis horor jepang. Yah,,, ternyata usut punya usut kayaknya film itu berhasil menggambarkan satu ketakutan saya yaitu sendirian melawan kejahatan *kayaknya kurang pas kata-kata ini dan juga tidak akan berlebihan seperti itu dalam dunia nyata*… Walaupun emang di akhir ada manusia lain tapi karena dominan dia selalu sendirian jadinya terasa cukup mencekam. lagipula film-film horor lain kan biasanya pemain utamanya lebih dari seorang.
Huuuu waktu nonton film itu saya terbawa ma scene yang pernah muncul dimimpiku dan membayangkan saya menjadi neville ah tidak,,, huehehehe nightmare banget deh…

Sebenarnya dari minggu lalu saya ingin menuliskan tentang kebetulan atas kesamaan film dengan mimpi saya tapi akhirnya tidak jadi, ditambah saya tidak berminat menceritakan tentang resensinya karena sudah ada disini. Nah, yang cukup unik yaitu karena selama seminggu ini benar-benar film itu tanpa sengaja mengikuti pembicaraanku pada orang-orang yang berbeda
Nah, tapi bukan berarti sekali menonton film yang berhasil menggambarkan ketakukan saya akhirnya malah menghantui saya karena setelah itu biasanya lupa akan film-film yang saya tonton.
Hehehe tapi dasar jodoh beberapa hari setelah itu, ketika saya photo session bersama manda, obrolan yang mendominasi justru tentang I’m legend. Kami mencoba membayangkan bagaimana kalau menjadi neville. hooo,, memang kelihatannya film itu menarik untuk beberapa orang selain saya. Trus ternyata di hari yang sama saya bertemu dengan orang yang berbeda akhirnya kami pun tanpa sengaja malah membicarakan tentang film I’m legend lagi… OMG….
Nah trus yang bikin hatrick teman ngobrol ketiga di hari itu yaitu shally tanpa sengaja membawa obrolan lagi-lagi ke arah cerita film I’m legend…
Entah karena kebetulan saja, tapi lucunya emang film itu cukup menghantui obrolanku seminggu terakhir kemarin hihihihihi. Dan yang paling parah tuh kemarin ketika saya ngobrol panjang lebar dengan seorang teman tentang kemahasiswaan, mahasiswa ITB, dll. eh kok akhirnya kita bisa nyambung-nyambungin ke film I’m legend… OMG, si zombie menghantuiku hahaha.

Dan akhirnya saya malah melihat film itu khususnya kisah neville dari kaca mata lain. Pada awalnya saya hanya terpaku pada kesendiriannya melawan sesuatu yg menjadi musuhnya tapi sekarang saya melihat ternyata manusia sebenarnya mampu alias sanggup untuk hidup di lingkungan yang berbeda/berbahaya/bertolakbelakang dengannya untuk itu yang diperlukan adalah optimistis, menjauhi putus asa, dan berbaik sangka selalu kepada-Nya

Jadi kesimpulannya, selalu ada jalan untuk bertahan… jangan mau jadi zombie ^_^

3 thoughts on “Jangan mau jadi zombie

  1. inget fit, virus di I am Legend cuma bikin manusia jadi zombie, bukan manekin.

    ahauahauahaahauwwhahau…

    kapan2 nonton bareng ya fit, pengen mendengar komen2 dari anda. hohoho.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s