Jadilah Pahlawan

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati pahlawannya

Masih teringat dengan jelas, kali pertama saya membaca kalimat tersebut yaitu di sebuah buku pelajaran geografi ketika SD. Saat itu, saya pun tahu kenapa perlu ada bagian ‘mengheningkan cipta’ setiap upacara bendera. Yah, bahkan siapa sangka setelah membaca kalimat tersebut maka setiap mengheningkan cipta saya bisa sangat khusyu dan terharu mengikutinya, tentunya sebelum saya mengalami tragedi upacara bendera yang tidak perlu diketahui😀 hehehe karena malu-maluin saja.

Kalimat tersebut belakangan ini sering tersebutkan di tayangan televisi. Yah, semua tidak terlepas hubungannya dari berita kondisi ‘kritis’ mantan orang nomor satu di Indonesia dan orang yang dianugerahi sebagai Bapak Pembangunan Indonesia. Ada yang menyebutkan bahwa kita harus berhenti untuk mengadili Soeharto, ada juga yang menuntut untuk menegakkan hukum untuk keadilan di Indonesia.

Bagi saya sendiri, maksud kalimat “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati pahlawannya” dihubungkan dengan kondisi pak Suharto sekarang maupun penghargaan terhadap pahlawan Indonesia yaitu
ini bukan masalah mengadili atau bukan karena hal yang ingin dibuktikan adalah siapa yang salah dan siapa yang benar. Hidup bukan sekedar hitam dan putih.
ini pun bukan masalah menuntut kesembuhan beliau dengan memberikan fasilitas terbaik penyembuhan terhadap presiden nomor satu kita atau bukan karena seorang pahlawan harusnya ikhlas atas segala jasa-jasanya. Bukan balasan materil yang mereka inginkan karena saya yakinkan sebesar apapun harta yang kita miliki maka kita tidak dapat membayar jasa atas orang yang kita sebut pahlawan kita.
Hal ini bisa dianalogikan pada pahlawan yang pasti dimiliki setiap orang yaitu Ibu.
Ada orang yang pernah bilang ke saya, bila kamu disakiti oleh seseorang maka dirimu secara tidak langsung juga turut andil menyebabkan hal tersebut.
Dengan kata lain, segala sesuatu yang kita dapatkan adalah hal yang sebenarnya kita berikan/pikirkan.
Jadi, ketika kita memaafkan orang lain atas suatu kesalahan, secara tidak langsung kita pun memaafkan diri kita.
Seseorang yang bijak tidak akan membenci seseorang karena kesalahannya tetapi membenci suatu tindakan yang disebabkan kekhilafan seseorang 

Jadi bagaimana kita menghargai dan menghormati pahlawan seharusnya?
Bukan bermaksud sok tahu, tapi menurut saya menghargai dan menghormati ditunjukkan untuk menjadi pahlawan juga. Maksudnya yaitu bila kita menganugerahkan Pak Harto sebagai bapak Pembangunan maka untuk menghormati jasa-jasanya kita dapat melanjutkan perjuangan yang dibangunnya dulu bukan malah menghancurkannya.

Pahlawan bukan berarti orang yang diberi penghargaan tanda jasa oleh negara. Banyak orang yang juga bisa dikatakan pahlawan karena memiliki perjuangannya sendiri-sendiri dan tersebar di negeri ini bahkan di sekitar kita. Bahkan dirimu pun mungkin sudah dianggap pahlawan bagi orang lain. Karena Pahlawan berarti pengorbanan. maka jadilah pahlawanku😉

ways of giving

3 thoughts on “Jadilah Pahlawan

  1. Masalah soeharto tuh seperti karya orang inggris (lupa ^_^) yang tiada akhir, tapi kalo pertimbangan kalo dia jadi pahlawan….kayaknya perlu kajian yang lebih dalam lagi deh….
    memang kita tahu dia dianugrahi(?) gelar Bapak Pembangunan…tapi kalo dilihat lebih dalam lagi…uhhhh ngelus dada dehhh(ya tidak bermaksud ngungkit2 what he had been done pada masa lampau, semanggi lah, tanjung priok lah da masih banyak lagi..)
    Pembangunan yang dia lakukan tuh tidak dibarengi dengan pembangunan sektor lain yang sangat krusial bagi suatu bangsa, Demokrasi.tapi rakyat tidak sama sekali tau menahu tentang itu, dia tersenyum didepan, tapi kita tidak tahu dibelakang, kita tahu siapa koraban2nya, sri bintang pamungkas,Wimar witoelar, dan masih banyak lagi lainya yang notabenenya telah menjadi musuh politik bagi mbah harto.
    kalo gelar pahlawan akan diberikan pada dia, maka yang mengusulkan tidak lain hanyalah kroni2nya dimasa lalu (bahkan sampai sekarang) yang diuntungan (atau lebih tepatnya bersembunyi dibelakang dia) karena adanya mbah harto.
    maka menurut viewpoint dari sya sendiri gelar tersebut perlu dipertimbangkan lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s