kuliah yes, organisasi yes

Kuberjalan terburu-buru untuk mengejar kuliah pagi ini agar tidak terlambat. Hari ini adalah hari pertama tahun ajaran baru. Penerimaan mahasiswa baru telah selesai kemarin dan masih berlanjut dengan acara lain lagi di masa mendatang namun setidaknya tugasku sudah lebih ringan. Sebelum ku memasuki gerbang kampus kebanggaanku ini ku terpaku dengan sebuah spanduk yang bertuliskan “kuliah yes, organisasi yes”…

Aku teringat dengan slogan yang selalu disebutkan saat penerimaan mahasiswa baru kemarin oleh panitia maupun birokrat kampus ini bahwa pendidikan ITB terdapat di bangku kuliah dan dalam organisasi. Yah terakhir setelah akhirnya ITB benar-benar sah secara mandiri dalam pengelolaannya, para birokrat kebijakan pendidikan mengikrarkan bentuk pendidikan seperti itu. Logikannya sederhana, pendidikan harus diberikan secara teori dan pengalaman dalam hal ilmu sains, teknik, seni dan juga sosial. Walaupun institusi ini berlabelkan institusi teknik tapi mahasiswanya dibekalkan semua keahlian yang bersifat sains dan sosial. Tujuannya adalah keseimbangan dan paralel.
Aku hanya bisa tersenyum semoga slogan tersebut tidak hanya tertulis saja, semoga mimpi itu bisa dilaksanakan secara sinergis oleh semua elemen kampus terbaik di mataku ini. Menyenangkan bisa bertemu muka-muka baru dengan semangat baru itu. Semoga mereka bisa mendukung mimpi tersebut karena mungkin bukan masaku lagi. Kuteringat setahun yang lalu ketika aku berbincang dengan beberapa temanku saat kita menyadari bahwa organisasi ini tidak memiliki bargain dengan mahasiswa dan mungkin organisasi ini ada hanya untuk memuaskan keinginan beberapa orang berorganisasi. Itu cerita lalu…

Akhirnya sampai juga di ruang kuliahku, huff syukurnya aku tidak terlambat. Padahal hari ini hari pertama kuliah tapi bangku masing banyak yang kosong. Iya aku lupa ini kan mata kuliah pilihan karena aku sudah di tingkat akhir kuliahku. Selesai kuliah aku pun mampir ke ruang organisasiku. Senang sekali rasanya masuk ke ruang ini berbeda ketika tahun-tahun sebelumnya karena kondisinya saat ini diisi lebih ramai dan beragam mahasiswa.
Padahal dulu saat-saat dimana saya sering bimbang apakah organisasi ini hanya dari, oleh, dan untuk beberapa orang saja.
Bimbang karena orang-orang tersebut suka mempertanyakan apakah organisasi ini bermanfaat gak sih buat yang lain, apakah perlu dibubarkan saja supaya yang lain bisa peduli dan akhirnya bersama membangun organisasi yang diinginkan bersama.
Yah akhirnya kondisinya lebih baik.
Organisasi ini bukan hanya memiliki bargain tapi juga aku pun yakin sekarang bahwa organisasi ini memang bermanfaat.
Padahal memang tujuan dari berdirinya organisasi ini sangat luhur untuk mendukung tujuan pendidikan mereka di kampus kononnya masih terbaik di negara ini. Sayangnya dulu kita tidak bisa menyampaikan nilai luhur tersebut dengan maksimal. Akhirnya usaha tersebut sangat terbantuk semenjak adanya perubahan paradigma tentang pendidikan di kampus ini.
Paradigma pendidikan baru yaitu usaha mendidik tidak hanya diberikan oleh dosen di bangku kuliah tetapi juga dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa di dalam organisasi.
Bahkan paradigma tersebut telah menjadi slogan yang tertera di situs kampus, di kertas ujian, dan di papan pengumuman kampus yang memberitakan bahwa organisasi merupakan salah satu proses pendidikan resmi di kampus ini.

Kuliah hari ini selesai, urusan di organisasi pun selesai. waktunya pulang, tiba-tiba ponselku berdering, panggilan dari partnerku di organisasi…
“fitra kamu dimana??? ayo cepat kesini dari tadi ditungguin… gak mulai-mulai nih”
“loh emang ada apa? aku tidak tau sama sekali”
“emang smsnya gak nyampe, hari ini kan kita rapat!!!”
“kyaaaa lagi-lagi, aku kan udah di angkot”
tiba-tiba aku pusing dan pandanganku berputar-putar…
hufff aku dimana sekarang? aku kok terbaring di kamarku sekarang kan tadi di angkot..
Hah, emang siapa yang mengantarku kesini… 10 detik kupandangi jam yang terpajang di dinding kamarku dan akhirnya kusadar masyaAllah tadi kubermimpi. Ah terasa begitu nyata dihadapanku.
Padahal kan sekarang aku masih libur semester dan aku bukan hanya di tingkat akhir tapi kan sudah di semester akhir @_@… fuuhhh mimpi yang menipu…
Ingin rasanya kulanjutkan mimpi tadi tapi ku memilih segera berwudhu untuk bersujud dan bersyukur tentang banyak hal termasuk pendidikanku di ITB, tentang kegiatanku semoga tidak ada yang sia-sia. Luruskan niatku berbakti untuk memperoleh ridha-Nya.

untuk tuhan bangsa dan almamater

7 thoughts on “kuliah yes, organisasi yes

  1. MERDEKA!!

    eh fit, pas kemaren baca2 di pcd ada tuh artikel yang nulis tentang kriteria lulusan yg unggul, salah satu di 5 besarnya itu “aktif berorganisasi”. tapi di kriteria yang dilihat oleh perusahaan, “pengalaman berorganisasi” itu masuk 5 besar aja engga.

    kontradiktif kan? kriteria lulusan dan yang dicari oleh perusahaan ga sinkron.

    trus, kriteria yang dilihat oleh perusahaan itu yg pertama “IPK”, padahal kemaren2 kalo di training gitu, bukannya yang pertama itu “mampu berkomunikasi” ya? “IPK” entah nomor keberapa…

  2. YOOOOOOOW…..

    gileeeeeeeeeeee…..
    SUGOOOOOI… .WOW…..
    Sampe2 ke mimpi aja kebawa rapatnya…

    emang Ibu kita satu ini pecinta rapat ya (^_^)
    ho ho ho…
    Salute… (^_^)

    @Rani
    “Berpenampilan Menarik”, kayaknya salah satu syarat universal yang tidak tertulis, tersirat, implicit…. (^_^)

  3. salam kenal from jogja..

    iya e…kemaren q juga pas ikut volunteer pertama kali ditanyain “pernah mengerjakan project apakah diorganisasi / komunitas lokal, sebagai apa dan apa pengaruh kamu diproject tersebut..)
    dari situ tak pikir2 ko penting buanget ya ikut organisasi…dan setelah tak liat2 diprofile para orang yang uda berhasil, mayoritas dia ikutan organisasi…ya kampus lah, ya lSm lah, dll. kalo untuk anak kuliahan kuliah+organisasi tak kira kombinasi yang bagus dan saling melengkapi…

  4. @lafra: > kontradiktif kan? kriteria lulusan dan yang dicari oleh perusahaan ga sinkron

    gk semuanya hanya bersyarat IPK kok…huehehe kan lulusan ITB gk harus jg jadi karyawan :D…
    btw, someday kali aja ada pergeseran penilaian. Ingat SPMB gk… dulu kan nilai masuk kul bukan dari tes itu tapi dari nilai di SMA.. kaliaja entar masuk kerja pun gitu.. diseleksi langsung oleh t4 kerjanya…
    itu klo institusi pendidikan dah gk diyakini dalam hal menilai mahasiswa :D…

    @Ooze: what… pencinta rapat /:) *gk merasa tuh*… gw msh normal kok,, msh suka ma lawan jenis *mulai gk penting*…
    ada2 aja sih ivan….
    btw, berpenampilan menarik menurutku diedit jd pembawaan menarik kyknya lebih tepat gitu deh.. (org yg penampilannya menarik blm tentu menyenangkan)
    emang tidak ada sih dituliskan di syarat penilaian tapi emang tidak bisa dipungkiri mempengaruhi subjektifitas penilai😉

    @Ajik Lutfi: salam kenal dari bandung😀 pengalaman yg menarik..

  5. Pas kuliah Maninov semester kemaren, saya dapet istilah bagus: “The Magic And” (lupa dari slide mana). Intinya, kalo ada dua hal yang baik, ya ga usah pilih salah satu dan korbankan yang lain. Kalo bisa dapetin dua-duanya. Memang ga mudah, ya? Tapi susah atau mudah kan cuma ada di pikiran. Kalo berusaha sungguh-sungguh pasti bisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s