Ibu cantik si dosen favorit

Kalau dulu SD saya punya guru favorit yaitu guru kelas 6 SD saya yang super galak (Satu-satunya guru yang pernah lempar kapur ke kepala saya hahaha). Trus waktu SMP, guru favorit saya adalah guru Fisika yang saya lupa namanya (Parah… >_<) dan guru Matematika yang juga galak tapi ke anak cowok doank hahaha. Nah kalau SMA, saya punya banyak guru favorit (hampir tiap pelajaran loh) dan tentunya the ultimate favourite yah guru yang ngajar pelajaran yang saya sukai donk apalagi kalau bukan matematika. Sekian pengantar tulisan ini karena sejatinya (loh emang acara silet apa) saya ingin bercerita tentang dosen favorit saya.

Hal yang unik mengenai dosen favorit yaitu tiap semester dosen favorit saya berbeda-beda, jadi seharusnya sih karena sekarang saya sudah melewati semester 8 (Semoga ini yang terakhir Amiiin!!!) maka jumlah dosen favorit saya sudah delapan orang yah hehehe. Eniwei itu tidak penting, karena saya hanya akan bercerita tentang dosen favorit saya di semester 8 yang kebetulan juga akan menjadi penguji seminar TA saya huehehe *tidak ada nepotisme disini*. Dosen ini adalah dosen yang baru saja mengajar di IF semester ini dan AIB adalah kuliah pertamanya, S1 dan S2 diselesaikan di IF ITB dan baru saja pulang dari Jepang setelah mengambil gelar PhD nya. Padahal masih muda, anaknya saja baru sekolah.. Hal yang juga menarik adalah beliau ternyata mantan ketua HMIF.

Sebutlah Ibu ‘Cantik’ namanya, sengaja saya tidak cantumkan nama asli karena pernah kejadian dosen saya baca blog saya karena mencantumkan nama lengkap dosen &(*^&*^%$%, nama ‘cantik’ bukan diasosiasikan dengan penampilan si Ibu tapi karena kata itu sinonim dari nama Beliau🙂 . Sejujurnya saya tidak begitu kagum bila beliau menyampaikan materi kepada kami, banyak dosen yang lebih hebat lagi di IF karena kebetulan si Ibu cantik adalah dosen baru. Bahkan saya lebih terkagum-kagum dengan dosen favorit saya semester 7 pengajar mata kuliah data mining bila menjelaskan sesuatu, kalau dosen itu menjelaskan dengan ekspresi. Saya dulu berpikir kelas data mining adalah kelas paling menyenangkan selama saya di IF tapi ternyata ada kelas yang paling ‘hidup’ selain itu yah tentunya kelas Ibu Cantik. Mata kuliah tersebut yaitu Aplikasi Intelejensia Buatan atau kedepannya saya sebut AIB.

Dimulai sejak saya kerja praktek mengambil topik knowledge management (KM) hingga akhirnya mengantarkan saya kepada topik TA saya yang terinspirasi dari knowledge management juga, alasan itulah yang menyebabkan saya mengambil mata kuliah Aplikasi Intelejensia Buatan. AIB adalah mata kuliah dengan bahan ajaran yang sangat luas karena bayangkan saja dalam satu semester dengan pertemuan 3 jam saja mahasiswa diberi materi tentang pengenalan beragam aplikasi intelejensia buatan yang ada saat ini. Aplikasi intelejensia buatan tuh seperti robot2an, mesin pencari seperti google, speech to text, text totrus aplikasi data mining, sistem pakar (expert system) hingga sistem berbasis pengetahuan lain seperti knowledge management, dan masih banyak lagi.

Dengan materi yang beragam plus bisa dikatakan pengetahuan AI levelnya tidak mudah dicerna itu, Ibu cantik bisa membuat saya terkagum-kagum dengan kelas yang ‘dikelolanya’ (akan terlihat alasannya kenapa saya memilih kata kelola dibandingkan pimpin) selama satu semester ini. Sebenarnya sederhana sekaligus unik kenapa saya terkagum-kagum ma kelas ini. Padahal kalau dipikir-pikir kelas AIB adalah kelas yang paling berat tugasnya selama semester kemaren (sempat bete banget nih,, hahaha), trus juga satu-satunya kelas yang ada UTS dan UASnya (ujian beneran alias kerja soal di tempat, bukan take home test, untungnya UAS nya open google,, yay hehehe). Trus yang cukup bikin saya sempat kecewa (karena akhirnya ditutup juga dengan kepuasan) karena tema yang saya cari gak dibahas semester ini yaitu knowledge management >_<. Padahal saya pengen banget dapat wawasan KM dari segi AI nya. Sebenarnya wajar sih tidak muncul karena itu tadi dari semua pertemuan hanya 1 pertemuan yang materinya disampaikan langsung oleh si Ibu Cantik dan itu topiknya tentang natural language kalau tidak salah (penelitian PhD beliau). Saya pun sempat stres juga kalau kadang-kadang ada topik yang sangat teknikal sekali. Secara saya menyukai AI secara teori saja tapi kalau sudah teknis alias code hehehe mendingan kabur aja. Nah terlepas dari ketidaksempurnaan yang saya cerita itu tapi sebenarnya ada pelajaran menarik dari kelas Ibu Cantik yang bikin saya terkagum-kagum selama setengah semester terakhir (saat saya sadar kelebihan kelas itu).
Bisa dikatakan ada kelebihan konsep pembelajaran di kelas AIB itu yang tidak saya temukan di kelas-kelas mata kuliah IF lain. Wah inilah kenapa saya menyebut kelas AIB ini langka yaitu:

1. Ini kelas teraktif bersama anak IF yang pernah saya masuki. Bukan karena anak IF cenderung pasif dalam belajar tapi terkadang yang namanya bertanya dalam sebuah kelas masih belum terlalu membudaya di IF ini. Bahkan lucunya kadang-kadang kalau kebetulan memang sesi presentasi dari mahasiswa alias teman kita sendiri dan ada sesi tanya jawab dari peserta kuliah, kadang-kadang yang bertanya hanya sedikit 1 atau 2 orang. Asumsi saya karena anak IF cenderung mencari aman atau ingin berbaik hati terhadap yang presentasi atau mungkin ada alasan lain.

Intinya faktanya kelas AIB adalah kelas dimana setiap sesi presentasi dan tanya jawab adalah paling aktif yang pernah saya temukan. Terkadang bisa saja pertanyaan tuh sampai 10 atau bahkan dari setengah isi kelas yang bertanya. Kenapa coba tiba-tiba kulturnya bisa berubah gitu, tentunya bukan karena alasan kalau bertanya dikasi hadiah (hahaha emang acara seminar :P) tapi menurut analisis saya karena

  • Setiap kelas yang kebetulan isinya tiap minggu adalah presentasi dari peserta kuliah atau tentang penelitian TA seseorang, si Ibu cantik selalu duduk di belakang peserta kuliah. Hampir jarang ada dosen bahkan mungkin guru yang saya temui duduk paling belakang biasanya kan selalu di depan. Saya membandingkan dengan beberapa kelas di IF yang isinya adalah presentasi dan tanya jawab dimana dosen memposisikan diri duduk di depan mahasiswa terkadang pun mahasiswa kurang aktif padahal itu dosen yang bisa dikatakan sama ramahnya dengan Ibu Cantik
  • Di awal semester saat perkenalan Ibu cantik pernah menjelaskan tentang keberhasilan seseorang yang tidak dipengaruhi oleh kepintaran yang dilambangkan oleh IQ semata. Detil penjelasannya saya kurang ingat tapi emang tidak terkesan menggurui (mungkin karena juga posisi beliau yang termasuk dosen baru). Oleh karena itu, dia memilih konsep belajar presentasi dan tanya jawab dengan tujuan agar mahasiswa lebih aktif dan meningkatkan kemampuan lain kita. Walaupun hanya sekali diingatkan entah kenapa bagi saya itu salah satu kunci juga membuat kelasnya jadi aktif selama 1 semester.

2. Pada tugas pertama dari sekian tugas kecil dan 2 tugas besar yang diberikan ke kami, Ibu cantik meminta kami melampirkan foto di depan lembar laporan tugas. Yah tujuannya adalah agar beliau dapat menghapal semua nama kami. Untungnya kelas AIB terbilang tidak ramai yaitu sekitar 40 orang (kalau tidak salah). Akhirnya beliau bisa menghapalkan nama kami semua wah padahal beliau dosen baru loh. Tapi caranya itu loh cerdas.

3. Ada satu kejadian yang membuat saya appreciate dengan dosen ini yaitu saat suatu pertemuan sebelum pertemuan terakhir dilaksanakan beliau bertanya kepada kami untuk meminta masukan topik yang akan dibahas pada pertemuan terakhir. Kebetulan topik pertemuan terakhir adalah sifatnya bonus alias tidak termasuk dalam ujian akhir sehingga dia memberikan kebebasan buat kami untuk request topik. Wah, disinilah saat-saat saya tambah kagum dengan beliau. Kalau awalnya saya merasa pilihannya untuk duduk di belakang kami adalah unik tapi adalagi yang lebih unik karena kami diminta menentukan topik kuliah.

Berhubungan dengan kuliah terakhir itu sebenarnya saya merasa punya utang alias rasa terima kasih yang besar banget buat Ibu cantik ini. Jadi waktu minggu terakhir kuliah bertepatan pas kuliah terakhir AIB ternyata ada aksi ini. Setelah beberapa malam saya habiskan untuk rapat tentang aksi itu dan ternyata saya baru sadar hari itu saya kuliah. Sempat terbesit dalam pikiran saya untuk bolos saja toh kuliah terakhir ini dan juga persentasi kehadiran saya cukup aman. Tapi saya sebenarnya sangat tidak tega meninggalkan kuliah lagi karena sering sekali saya korbankan kuliah ini untuk alasan kongres. Korbankan disini tuh bukan berarti bolos tapi semacam curi-curi waktu seperti keluar di tengah kuliah dan kemudian balik lagi, beberapa kali buat urusan di WRM seperti waktu janjian ma pegawai LPKM untuk ngurusin Diklat legislatif kongres, terus pernah juga telat kuliah 1 jam (parah banget) karena jagain kotak suara dan saat itu lupa ada kuliah (saking hari rabu sering libur). Wah, beneran itu tuh bukan disengaja tapi entah kenapa selalu kuliah AIB yang kena dampaknya. Makanya perasaan saya gak tenang untuk meninggalkan kuliah terakhir ini apalagi tentunya karena saya salah satu orang yang request topik untuk kuliah terakhir. Akhirnya dengan sedikit gila saya niatkan untuk tetap ikutan aksi tapi setelah kuliah selesai. Niat amat,, hahaha sebenarnya karena saya juga terlanjur janji juga mau ikutan. *see,, inilah sikap yang ingin menyenangkan semua pihak*.

Memang namanya niat, pasti diberi jalan. Malam sebelum aksi saya ditanyain oleh uni moli, dira, jetc, entah siapa lagi saya lupa apakah besok ikutan atau gak, dan saya pun selalu menjawab doakan aja dosen saya cepat selesai kuliah supaya saya bisa nyusul.
Keesokan hari saat kuliah dengan pengisi materi adalah Ibu cantik sendiri. Beberapa menit kuliah berjalan tiba-tiba saya menerima sms dari essa yang mau ikutan aksi untuk menawari tumpangan. Wah akhirnya saya bilang saya bisa keluar kuliah j10 dan terserah dia mau nunggu atau tidak. Essa pun berbaik hati menunggu dan saya pun gambling harus keluar kelas j10. Waduh gimana ini berarti saya harus memilih keluar kelas cepat (sama denga bolos yah ini???) atau membatalkan tawaran Essa. Yeah menit pun berlalu dengan konsentrasi yang sedikit terpecah (maafkan yah ibu) akhirnya hati saya cenderung ingin keluar kelas terlebih dahulu. Yapp beberapa menit lagi j10, saya udah nanya-nanya teman sebelah duduk dan juga di belakang saya siapa yang mau dititipin tas saya yang isinya laptop ini. Aih, saya berani-beraninya nih pertama kali main curang gini hahaha. Tapi saya masih disayang waktu itu karena ternyata di saat saya akhirnya rencana mau izin keluar duluan (karena tidak ada yang mau dititipin tas isinya laptop) pas juga si ibu cantik mengakhiri kuliah. Alhamdulillah,,, sepanjang jalan ke gerbang depan tuh saya bersyukur terus dan berterima kasih ma si Ibu cantik.

Sampai sekarang pun saya selalu takjub ma kejadian itu. Beneran yang namanya niat baik tuh selalu diberikan jalan InsyaAllah. Akhirnya dua hal bisa saya peroleh dan tidak perlu ada yang dikorbankan dan entah kenapa membuat kesan saya terhadap si Ibu cantik semakin baik hahaha.

4. Hal terakhir yang sebenarnya unik plus keenakan yaitu pernah suatu pertemuan saya masuk kelas (kebetulan telah ^_^) dan ketika duduk dan mendengarkan presentasi dari teman saya, saya ditawarkan kotak kue mochi dari Jepang oleh teman saya dan dia mengatakan “oleh-oleh dari Ibu cantik, ambil satu”. Hoh saya gak percaya banget, barusan saya temukan seorang dosen membagikan oleh-oleh makanan buat mahasiswa di kelas. sugoi… waktu SMA sih biasanya kebalikannya. Saya takjub ada dosen seperti itu. Sedikit perhatian seperti itu dari beliau membuat saya semakin ingin bersungguh-sungguh di kelas itu (walaupun itu euforia belaka sih karena sebenarnya hampir semua tugas dan ujian kuliah ini saya merasa gak maksimal😦 maafkan saya yah Bu…)

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari proses pembelajaran kelas AIB semester kemarin dan kebetulan yang teringat jelas dan terpatri diingatan saya segitu dulu. Semoga ke depannya pendidikan di IF, ITB dan Indonesia semakin baik. Dimulai dengan memiliki dosen atau pendidik yang hebat dulu. yeah berangan-angan kembali dengan cita-cita saya 5 tahun yang lalu, yah kalau saya menjadi seperti beliau maka saya akan mengadaptasi proses belajar di kelas beliau, itu kalau Allah menghendaki (alah, kok jadi serius amat hahaha)

Eniwei, Kita lihat bagaimana dengan seminar TA saya untuk senin akankah membuat kesan itu semakin baik hehehe. Saya meminta beliau menjadi penguji bukan karena alasan utamanya kesan dan kenangan di atas tapi karena saya melihat selama kuliah AI pertanyaan-pertanyaan beliau selalu membangun dan memberikan masukan. Yah, hal tersebut saya butuhkan untuk melewati tahap seminar ini. Walaupun begitu saya sebenarnya gambling juga karena tidak tahu sejauh mana pengetahuan beliau tentang topik TA saya. Awalnya pilihan pertama untuk penguji saya yaitu dosen AIB tahun lalu tapi karena dosen AIB tahun ini dari segi jadwal lebih reliable makanya saya memilih ibu cantik ^_^.
Sebagai penutup doakan semoga seminar saya lancar dan memberikan energi positif untuk pelaksanaan TA saya kedepannya.

6 thoughts on “Ibu cantik si dosen favorit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s