Nasib SBY dan energi terbarukannya

Bertepatan dengan kenaikan harga BBM, SBY tidak tinggal diam begitu saja yaitu dengan mengumpulkan beberapa rektor universitas terkenal dan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia (sumber orang dalam LIPI dan juga di berita detik disini). SBY menantang para ilmuwan mengembangkan dan menghasilkan sumber-sumber energi terbaru.

Ada lima judul penelitian yang dipilih untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah

Pertama, teknologi untuk pencarian dan pengembangan peningkatan energi yang ada di bawah permukaan bumi yang diketuai Rektor ITB
Menurut pengertian saya berarti penelitian ini mungkin ingin memaksimalkan pengambilan energi minyak bumi atau panas bumi. Yah, karena kita ketahui jumlah produksi minyak selama kementrian energi dipimpin pak purnomo menurun.

Kedua, penelitian bahan bakar nabati seperti bahan bakar dari jarak dan sebagainya yang diketuai pakar biofuel ITB Tatang Hernas.

Penelitian tentang jarak, sudah dari kapan tahun saya dengar tapi kok gak ada realisasinya. Moga-moga ini bukan sekedar penelitian tapi realisasi donk…

ketiga, sistem pembangkit listrik tenaga hibrida

Penelitian PLTH yaitu menggabungkan energi surya dan diesel. So last year, jadi saya tidak tahu apa lagi yang mau diteliti. Kemungkinan karena sudah dibangun di beberapa daerah maka akan dibangun di daerah lain.

Keempat, teknologi alternatif yang berhubungan dengan penghematan energi, bagaimana teknologi yang tepat yang bisa digunakan secara cepat oleh masyarakat.
Saya tidak bisa berkomentar karena menurut sumber judulnya belum pasti, Eniwei memang banyak cara untuk menghemat energi. sudah banyak juga teknologi yang ramah lingkungan karena hemat energi tapi kenyataan tetap saja belum dekat di semua kalangan masyarakat

Kelima, metanol dan hidrogen ekonomi (ini judul buku yang saya baca 4 bulan lalu) yang diketuai Dr. Widodo dari UI.

Semoga penelitian hidrogen dispesifikkan yang berasal dari energi laut tapi saya pun tidak tahu jelas apakah akan seperti itu atau tidak. Spesifik untuk hidrogen, hal yang menarik untuk dikembangkan karena sudah beberapa tahun seorang Dr. Widodo mengangkat tentang isu hidrogen ini tapi nyatanya realisasi belum kelihatan. Saya yakin ke depannya hidrogen ekonomi akan lahir di Indonesia.

Kenyataannya penelitian tentang energi pengganti BBM sudah sejak lama dilakukan tapi kelihatannya berjalan di tempat. Kalau saya mengambil analogi implementasi knowledge management system yang dilihat dari 3 komponen yaitu teknologi, proses, people. Maka mungkin ada yang kurang dalam penelitian pengembangan energi selama ini yaitu penelitian dari segi proses dan people. Harusnya mungkin perlu ada penelitian keenam yang meneliti dari segi “people” dalam hal ini masyarakat Indonesia sebagai subjek maupun objek dari implementasi energi-energi terbarukan tersebut. Jadi ingat tentang pandangan teman saya bahwa teknologi harus diimbangi dengan sisi psikologinya. Yah mungkin itu kenapa ada segi ‘people’ karena menurut saya implementasi teknologi baru biasanya akan mengubah budaya dari masyarakat dan pendekatan psikologi ataupun sosiologi juga menjadi faktor penting untuk diperhatikan.

Adanya launching penelitian tersebut tetap tidak membuat gerakan penolakan kenaikan BBM bungkam karena akan digelarnya demo besar-besaran tolak kenaikan BBM digelar 23-25 Juni (sumber disini). Yeah, jadi sebenarnya SBY yang tertantang untuk mengamankan posisi sehingga dia menantang para ilmuwan untuk membantunya huehehe. Waktu setahun apakah dapat memberikan hasil dari lima penelitian tersebut sehingga track record SBY lebih baik???

8 thoughts on “Nasib SBY dan energi terbarukannya

  1. Sepakat bahwa perkembangan teknologi harus memperhatikan faktor masyarakat. Karena dalam hierarki kehidupan, teknologi berada di bawah aspek budaya manusia (ilmu dari Pak Palgunadi). Lebih dari itu, kalaupun memang nanti ditemukan energi alternatif, apakah sudah tersistemkan bahwa penemuan itu untuk kesejahteraan rakyat ya??Semoga pemerintahan, pengusaha, dan ilmuwan bisa menjawabnya dengan nurani…

  2. Mengubah kebiasaan itu emang paling sulit. Meski energi barunya sudah ada, belum tentu bisa diterima. Bahkan buat menghemat saja susah.
    Semoga penelitian-penelitian tersebut akhirnya tidak hilang begitu saja.

  3. mmm .. bisa membuat rakyat juga ikut berpartisipasi menemukan ide, mencari solusi atau setidaknya ikut mengerti kesulitan pemerintah menangani energi dan harga BBM.

  4. Secanggih-canggihny penelitian tanpa dukungan pemerintah bakal layu sebelum berkembang. Semoga pemerintah ga hanya ‘menantang’ doank, tapi juga ikut ‘mendukung’ sepenuhnya kegiatan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti, khususny hal yang menyangkut kesejahteraan civitas peneliti..

  5. @fiqih santoso: penemuan disistemkan untuk kesejahteraan rakyat,.. mgkn itu dia butuh pihak ketiga utk membungkus sebuah penelitian bsa sangar berharga dari segi ekonomis masyarakat sehingga bsa mensejahterakan.

    @Brahmata: iya teknologi atau sistem yang bagus bila bisa mengubah kebiasaan bila tidak berhasil maka goodbye utk penemuan itu… hehehe

    @qbl: iya kyknya dari ubuntu tuh hahaha…
    walaupun fontnya lebih kecil tapi normal kok,, mata gw yg udah minus aja masih enak bacanya😛

    @Widya: hehehe harusnya emang juga kewajiban rakyat memikirkan,,, dan pemerintah memfasilitasi..

    @ghifar: wiss berhubungan dengan kesejahteraan civitas peneliti… iya benar,,, spy semakin byk peneliti😛,, mau jd peneliti ghifar???😀

  6. yup renewable enrgy perlu lebih digalkkan, dan pendanaan riset juga harus jelas, publikasi pada masyarakat juga penting sbg wadah edukasi dini, jadi ya gak kejadian sperti pak jo** itu .. hehe

  7. Yang jelas namanya R&D itu harus berkelanjutan, gak bisa hari ini dicanangkan 5 tahun menuai hasilnya. Apa lgi untuk bahan pemenangan pemilu yad, ya butuk dah risetnya, setelah menang pemilu dah lupa pasti.
    Negara ini harus mengenali jatidirinya, apa yang dimaksud dengan bernegara indonesia, kalo jatidiri saja sudah lupa, ya udah indonesia bakal gini2 aja, percaya deh, mungkin 20-30 tahun lagi indo tinggal nama.
    Konkrit, perjelas tujuan indonesia mau dibawa kemana (cita2 nasional), subsidi pendidikan, kesehatan, dan RnD supaya peneliti semangat untuk menelorkan ide2 baru dan kreatif, ingat untuk masa depan anak cucu, 20-30 tahun kedepan baru dinikmati ahsilnya (contoh korea).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s