Mutiara dan Marjan di Indonesia

Dia membiarkan dua laut mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (QS Al-Rahman: 19-22)

Subhanallah, saya saat ini terkagum dengan potongan ayat di Al-Quran ini walaupun banyak ayat yang sangat mengagumkan. Kajian tentang ayat ini saya baca di buku “Al-Quran dan Lautan” karya Agus S. Djamil. Saya mencoba meringkas penjelasan tentang ayat ini yang muncul di banyak halaman (119-130, 300-304).

Di buku itu disebutkan bahwa batas pertemuan antara dua laut memiliki dua pemahaman yaitu dapat berupa batas vertikal dan juga batas horizontal. Pemahaman mengenai batas vertikal yaitu memisahkan dua tubuh air yang berdampingan seperti terusan suez sebagai pembatas Laut Merah dan Lautan Mediterania. Yang menjadi perhatian saya adalah pemahaman kedua mengenai pertemuan dua laut yang dapat berarti berupa batas yang membujur secara horizontal atau membatasi laut bagian atas dan bawah. Muhammad Ibrahim Al-Sumaih, guru besar pada fakultas sains jurusan Ilmu Kelautan Universitas Qatar pada penelitiannya di Teluk Persia dan Teluk Oman (1984-1988), seperti dikutip oleh Dr. Quraish Shihab dalam buku yang sama, menemukan batas yang melintang ini pada kawasan di antara dua teluk tersebut terdapat pemisahan antara air laut bagian atas yang berasal dari Teluk Oman dan air laut bagian bawah yang berasa dari Teluk Persia.

Dia membiarkan dua laut mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

Batas ini bisa berarti membatasi laut bagian atas yang mempunyai suhu hangat dan laut bagian bawah yang mempunyai suhu rendah. Laut bagian atas yang dapat mempunyai salinitas rendah sedangkan laut bawah memiliki salinitas tinggi. Atau lapisan laut bagian atas yang bergerak ke barat dengan lapisan bawah bergerak ke timur. Atau kondisi apa saja yang membatasi antara laut bagian atas dan laut bagian bawah yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang berbeda.

Batas dua laut yang bertemu namut tidak saling bercampur ini begitu nyata dan batas tersebut terbukti pula membawa keuntungan pada banyak umat manusia. Banyak banget manfaat tapi yang saya ceritakan spesifik pada suatu hal. Nah dari sinilah saya terkagum-kagum karena ayat ini bisa disesuaikan dengan sebuah konsep yang saya tahu mengenai energi laut.

Perbedaan temperatur antara air dingin di bawah dan air panas di permukaan dapat dipakai untuk menghasilkan energi. Energi tersebut berupa tenaga listrik, air tawar, air conditioning, aquaculture, hingga blue energy yang cukup fenomenal yaitu hidrogen. Salah satu pemanfaatan energi dari lapisan laut tersebut dikenal dengan OTEC, Ocean Thermal Energy Conversion. OTEC diakui sangat layak dan cocok untuk dikembangkan di kawasan laut tropis seperti kepulauan Indonesia. Di indonesia, dengan kedalaman laut lebih dari 1000 meter, terdapat 16 lokasi yang mempunyai potensi untuk pemanfaatan OTEC.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

Bukankah ini karunia Allah SWT. untuk Indonesia dan akan sangat merugi bila karunia tersebut dibiarkan begitu saja. Sekarang, bagaimana caranya kita dapat bersyukur dengan cara memanfaatkan kekayaan alam tersebut untuk kesejahteraan umat. Dan untuk memperoleh ‘mutiara’ dan ‘marjan’ apa yang bisa kita lakukan???

Sumber lain: Potensi dan Teknologi Energi Samudra

*to Aji: ini jawaban atas pertanyaanku yang kemarin ^_^

10 thoughts on “Mutiara dan Marjan di Indonesia

  1. pak agus ini dosen geofisika UGM kalo gak salah, saya pernah ketemu ma dia,,,

    saya pernah bilang bahwa implementasi arrahman ayat 12 itu juga gak hanya terjadi di teluk persia dan teluk oman, yaitu di sungai amazon di amerika selatan.

    air dari sungai amazon itu mengalir ke lautan atlantik, namun anehnya hilir dari sungai ini malah gak asin, malahan terusan sungai ini ampe ke lautan atlantikpun kagak asin…
    di sini bisa dikatakan ada dua batas yaitu air yang asin dari lautan atlantik dan air tawar dari sungai amazon…
    gitu paling….

    oya kalo kamu concern pada energi termal laut kamu bisa bikin proyeknya (istilahnya ini mah),,,

    kamu cari citra laut mana yang ingin dijadikan proyek itu, trus overlay pake software sistem informasi geografis, misalnya ArcGIS pake band 6, tapi liat juga sensornya sensor visible ato infrared,,,

    bisa jadi prototipe keren tuh kalo jadi di bikin,,,
    sayang saya masih ngurusin yang lain

  2. @Deri: Pak Agus itu alumni UGM emang,,, dia jg staf ahli di Brunei…
    Wah mantap Der,,, makasih komennya,, bikin saya tambah semangat ^_^…
    semangat nanya2 ke kamu nanti😀

  3. wah..wah..orang IT merambah ilmu di gedung selah nih..hehehe😀

    memang saat ini ketergantungan energi pada bahan bakar fosil membuat orang semakin kreatif dan berusaha mencari solusi …salah satunya adalah energi non konvensional dari laut dan OTEC ini salah satunya….

    indonesia yang notabene adalah daerah tropis harusnya teknologi OTEC ini dapat dikembangkan, but sampai saat ini belum pernah ada project OTEC di indonesia yang berhasil…..hehehe…ironis memang..

  4. wah seperti ini yang harus selalu dikembangkan.
    Bangsa kita selalu hanya dalam tarap memikirkan..
    kenapa kita ketinggalan? karena bangsa lain sudah lebih dulu untuk tidak hanya memikirkan tetapi melaksanakan proyek2 alternatif itu😀

  5. @rmulyawan: harus ada niat dan usaha yg optimal dari bhs indonesia sendiri,, sblm digarap asing😛
    @nanda: knp yah kira2 nan… udah pernah di Bali,, tapi emang laut Bali krg dalam,, coba di daerah kalimantan ato sulawesi itu…
    hehehehe iya ini emang tulisan titipan anak KL hahaha
    @aRuL: soalnya ketika kita ingin melaksanakan katanya selalu terbentur kendalan dana hihihi,,, 5 proyek energi alternatifnya yg kmrn aja,,, katanya masih sampai di tahap nentuin anggaran :P…
    huff penelitian terhambat jadinya:P

  6. Hah kagak salah nich. DAN DIANTARA KEDUANYA KELUAR MUTIARA DAN MARJAN. masak sungai ada mutiaranya? Dasar oot bin oon

    • mangkanya mas punya wawasan dulu br komen…blm pernah lihat mutiara dr air tawar ya…kasian di kau bagaikan katak dalam tempurung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s