Tren akademisi di pilkada dan bukan artis lagi…

Berawal tepat sebulan yang lalu saat belum diputuskan siapa saja kandidat calon Walikota dan wakil Pilkada Bandung, saya chat dengan seorang mantan teman senasib seperjuangan ^_^ tentang pilkada Bandung…

si teman: eh fit,,,request y,,,hit blog mu kan lmyn gede tuh,,,,klo sempet,nulis tentang pilwalkot bandung y…dukung calon dr ITB…untuk bandung yg lebih nyaman,kreatif dan sejahtera…hehehe…
si aku: :))
si aku: pengen sih nulis,, soalnya penasaran ma bapak itu
si aku: sejak dulu tahun tahun pertama slalu dgr pujian dari senior2 ttg pak taufikurrahman
si aku: tapi sy gk pernah ketemu dia loh baik dalam sebuah acara ato seminar
si aku: bingung kan mau nulis apa,, gk ada kenangan sih,, tapi skaligus penasaran knp byk yg muji dia
si aku: kmu tim suksesnya yah ;))
si teman: mmm….boleh deh ga kenal sama orangnya…tp,pengen bandung lebih nyaman,kreatip&sejahtera kan…dan incumbent ud gagal tuh…kini saatnya itb beraksi…hehehe
si teman: masa ga yakin sama calon dr itb…
si teman: aku tim sukses bandung nyaman,kreatif ,sejahtera hehehe….jd objeknya ,,,y perbaikan bdg
si teman: p’taufik aku jg g kenal bgt
si teman: tp,yakin kok…pasangan akademisi dan praktisi yg bersih,muda,komit…

Diawali dari obrolan tersebut, saya memang meniatkan untuk mereview sedikit tentang pilkada Bandung. Sebulan yang lalu ada tiga nama dari ITB yang diprediksi maju di Pilkada Bandung, selain Pak Taufikurahman ada juga Pak Arry Akhmad dari dosen EL (yang ini saya ingat banget karena memberikan pidato ilmiah di sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru 2004 ITB), dan seorang lagi adalah profesional dalam bidang tatakota alumnus Teknik Planologi ITB. Yang menarik adalah ketiganya sudah bergelar doktor, walaupun akhirnya hanya satu yang bertahan yaitu benar-benar maju di Pilkada Bandung yaitu Pak Taufikurahman, mantan dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB.

Sebelum saya bercerita tentang calon-calon yang lain, pertama tentunya saya akan bercerita tentang pasangan calon yang diusung oleh PKS ini. Yang unik adalah seperti yang saya bilang di chatting di atas. Saya belum pernah benar-benar mengenal beliau, mungkin bertemu di jalan pernah tapi mendengar beliau berbicara dalam sebuah forum atau acara hampir belum pernah seingat saya (kurang jodoh nih). Tapi dari dulu saya penasaran dengan beliau karena saya banyak mendengar hal yang baik-baik tentang beliau dari mahasiswa ITB baik itu dari mahasiswa yang diajar beliau maupun tidak. Kata orang sih dalam menilai orang lebih sering gunakan telinga daripada mata. Oleh karena itu, saya sempat menyayangkan kenapa dosen Pengling (pengetahuan lingkungan) saat TPB bukan beliau (mungkin saja nilai saya bisa sempurna kalau diajar beliau hahaha). Satu hal yang paling saya ingat dari beliau selama di ITB yaitu saat pemilihan rektor ITB tahun 2005. Pak Taufikurahman merupakan salah satu calon rektor saat itu dan menjadi satu-satunya calon rektor yang saya kenal dekat. Kenal dekat disini maksudnya yang paling sering saya dengar tentang track recordnya yang bagus. Bahkan kalau tidak salah dulu ada pemilu rektor untuk mahasiswa walaupun mungkin tidak diperhatikan suaranya dan yang menang dalam pemilu itu adalah Pak Taufikurahman. Oleh karena itu, saya pikir dulu yang bakal menang beliau, tapi lucunya setelah sidang pemilihan rektor oleh MWA yang muncul adalah nama yang sama sekali saya baru dengar saat itu (maklum masih tergolong mahasiswa muda di ITB). Yah, itulah yang saya ingat sekali tentang Pak Taufikurahman. Kedua, berhubungan dengan pak Taufikurahman adalah asrama PPSDMS. Dulu saat awal-awal masuk asrama, fajrin pernah cerita tentang beliau. Yah lagi-lagi cerita yang baik-baik dan bagiku sih inspirasional. Semakin saya kagum tanpa saya pernah bertemu dengan beliau.. aneh yah… yang menarik juga silahkan baca pengalaman salah satu tim suksesnya

Oleh karena itu sejak tahu beliau diusung menjadi calon walikota saya cukup mengikuti berita beliau khususnya dari webnya. Nah dari web beliau pula akhirnya saya pun tertarik mengikuti perkembangan berita tentang pilkada Bandung padahal saya bukan calon pemilih😉 . Pasangan Trendi ini menurutku cukup menarik karena gabungan antara akademisi dan entrepreneur (penilaian subjektif saya). Kenapa menarik?? saya akan bercerita dengan menggunakan sebuah kasus, kasusnya adalah tentang penanganan sampah di kota Bandung yang heboh sejak tahun 2005. Saat itu kebetulan saya beraktivitas di departemen keprofesian dan teknologi Kabinet KM ITB dan salah satu masalah yang menjadi perhatian yaitu Sampah. Dalam menangani masalah sampah tersebut sempat dibuat suatu kajian dengan dosen Teknik Lingkungan, Biologi, Teknik kimia (lengkaplah). Kesimpulannya adalah sudah banyak solusi yang bisa ditawarkan tapi nyatanya masalah sampah sampai sekarang belum teratasi. Sejak saat itu saya sempat berpikir masalahnya ada di keinginan kuat pemimpin kota Bandung untuk menyelesaikan masalah itu. Solusi yang ditawarkan sudah beragam tapi entah apa yang sudah dilakukan (sekali lagi ini pandangan subjektif seorang masyarakat pendatang di kota Bandung ini ^_^). Nah makanya kenapa saya tertarik bila seorang akademisi memimpin sebuah kota karena bila itu berhasil semoga ke depannya bisa menjadi contoh dan tren bagaimana seorang akademisi menjadi pemimpin masyarakat. Sejujurnya alasan itu yang membuat saya sangat berharap besar akan itu. Artis aja bisa jadi pemimpin masyarakat kenapa akademisi tidak… Terus bagaimana dengan si wakilnya, pendiri Rumah Zakat Indonesia? sekilas saya membaca informasi tentang beliau saya melihat beliau adalah seorang entrepreneur yang cukup berhasil. Kebetulan juga, karena keberhasilan Fadel Muhammad memimpin Gorontalo dengan menggunakan keterampilannya menjalankan bisnis membuat saya berpikiran ide yang baik bila seorang pemimpin daerah adalah seorang entrepreneur juga daripada seorang politikus.

Yah tidak adil memang bila tidak menceritakan calon yang lain karena sebenarnya saya juga punya pendapat mengenai calon yang lain. Kita mulai dari calon yang sudah terkenal yaitu Dada-Ayi. Nah yang cukup unik adalah tentang Dada Rosada, saya hanya sekali bertemu beliau saat sidang terbuka masuk ITB dan selama 4 tahun saya di Bandung anehnya saya merasa tidak mengenal sang walikota Bandung ini. Maksudnya tidak kenal adalah karena jarang mendapat cerita apa-apa tentang beliau. Mungkin karena kalau di ITB kita terbiasa mendengar dan didatangi oleh tokoh-tokoh nasional daripada tokoh Bandung (huekss). Tapi memang benar seperti itu, bahkan mungkin dulu saya tidak ingat dan tidak mengenali muka walikota Bandung ini. Jadi kesimpulannya, beliau sama sekali tidak dengan dengan mahasiswa dan mungkin kampus ITB (lagi-lagi ini komentar subjektif saya sendiri). Oleh karena itu, secara tegas saat tahu beliau mencalonkan lagi menjadi walikota terang-terangan saya pastinya tidak respek. Empat tahun saya tinggal di Bandung dan sama sekali tidak merasakan sesuatu yang spesial sehingga saya tidak menyadari keberadaannya sebagai seorang walikota. Hal itu cukup menjadi penilaian saya tentang bagaimana kinerja beliau tanpa memperhatikan usaha saya untuk mengenal beliau juga sebenarnya tidak ada. Wajari kalau saya terlalu subjektif karena untungnya saya menulis di blog saya sendiri ^_^.
Tentang wakil beliau yaitu Ayi, huff ini juga lebih parah, bahkan browsing tentang beliau pun cuma dapat sedikit informasi. Kesimpulannya beliau tidak gaul di dunia maya. Justru informasi tentang beliau, yang saya peroleh dari om google, paling sedikit bila dibandingkan dengan yang lain. Cuma satu yang unik adalah nama beliau ‘Ayi’ meyakinkan saya kenapa dulu waktu kecil ada orang yang bilang nama panggilan saya (ai) kaya nama orang sunda.. ^_^.

Oke, sampailah kepada calon ketiga yaitu calon yang paling menarik dari ketiganya yaitu Hudaya-Nahadi karena mereka adalah pasangan calon independen. Mantep gak tuh, bayangkan yah kalau mereka bisa menang di Bandung, wah bakal menjadi pendorong calon independen di daerah-daerah lain untuk maju, apalagi kalau bisa calon presiden sekalian aja calon independen (eh, bisa gak yah?? kayaknya sih gak ada di UU Pemilu). Yah, yang unik juga dari calon independen ini yaitu calon walikotanya adalah juga kader PKS yang dulu mau dimajukan tapi akhirnya menggunakan kendaraan selain parpol yaitu jalur independen. Alasan dan penyebabnya sebaiknya ditanyakan sendiri kepada para kader PKS ^_^. Pasangan walikota yaitu Nahadi juga ternyata seorang akademisi, dosen kimia dari UPI kalau tidak salah. Wah menarik juga nih Pilkada Bandung karena calon-calonnya adalah akademisi bukan arteiiiis… hahaha

Kesimpulannya Pilkada Bandung bagi saya adalah pertarungan penokohan antara calon dan bukan lagi partai… Siapa yang paling bisa merebut hati pemilih kota Bandung maka beliaulah yang akan memimpin kota Bandung.

Tips dari saya buat yang mau menjadi pemilih (padahal seumur-umur saya baru pernah nyoblos ketua OSIS, ketua himpunan, maupun presiden KM doank hehehe) yaitu Sedikit mengingatkan buat yang sependapat dengan saya yaitu memilih pemimpin adalah dengan menilai visi-misi nya yang mana yang paling dibutuhkan oleh kota Bandung. Tapi kan yang namanya visi misi bisa dibuat-buat dan sering tidak ditepati. Nah makanya kita juga menilai track record calon pemimpin kita selama ini, sejauh mana usaha beliau merealisasikan mimpi-mimpinya.

Terakhir, kita tidak mungkin menemukan seorang pemimpin yang sempurna tapi bukan menjadi alasan akhirnya kita tidak berani/mau memilih karena mungkin yang membuat sang pemimpin sempurna adalah karena dukungan kita

Fiuh serius amat yak, eniwei akhirnya saya ngeposting lagi tentang pilkada setelah dulu pernah iseng ngomentarin pilkada sulsel sekarang waktunya saya iseng cerita tentang pilkada Bandung, kota yang sudah saya tinggali selama 4 tahun-pas banget. Pertanyaannya adalah kapan saya punya kesempatan berpartisipasi aktif dalam ajang demokrasi Indonesia hehehe baik PEMILU presiden atau Pilkada saya sama sekali belum pernah merasakan??

18 thoughts on “Tren akademisi di pilkada dan bukan artis lagi…

  1. Empat tahun saya tinggal di Bandung dan sama sekali tidak merasakan apa-apa tentang keberadaannya sebagai seorang walikota cukup menjadi penilaian saya tentang kinerjanya…

    Ini juga kalimat yang aneh… Coba deh baca keras-keras, dan rasakan keanehannya…

  2. makasih bung zakka editannya… harusnya tadi tuh kerja fajrin… soalnya emang setelah nulis saya gak baca lagi.. dan tadi minta fajrin edit…hehehe benar2 tanpa diduga malah zakka yg lakukan… hihihi…
    jadi zak, ayahmu dukung siapa zak??? hehehhee

  3. Ass. Wr. Wb.,

    Mohon doa restunya..

    No1 Dada Rosada-Ayi Vivananda

    Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2008-2013

    Wass. Wr. Wb.

  4. aku link ah http://taufikurahman.com sekedar pengin liat pengaruh blognya sdr fitra

    eh fit, angktan atas yang suka cerita baik tentang pak taufikurahman itu angkatan atas yang mana??? he..he..pastinya yang rezim dulu….kalo rezim sekarang pasti lain…orang-orang sekarang pasti juga ga pernah punya citra tentang beliau seperti yang kamu dapet.

    Tapi jujur, kalo saya mah ngliat sosok Abu nya…gila…kontribusinya banyak banget bagi masyarakat…beliau juga gigih..dan kalo ngomong bener2 menyentuh…inspiring…great lah pokoknya…

    dan karena Dr Taufik adalah ustad ane (halah)…makanya DUKUNG TRENDI!!!

  5. @achmadzaki: iya zak, sy jg penasaran ma sosok Abu Syauqi nya.. nampaknya seorg socialpreneur bgt…
    mantep sih emang…
    hehehe tapi sy gak punya KTP Bandung..

  6. wah makasih fit requestnya uda ditulis….semoga bisa jd pencerahan bwt pemilih kota bandung . semoga pemimpin bandung 5 tahun ke depan muda,cerdas,amanah dan membawa bandung jd kreatif,nyaman dan sejahtera…

  7. @rani!: seingatku sih iya.. walikota ato gubernur yah?? huehehe lupa.. seingatku walikota kok…
    @gilangwhp: mau ngebayar sy gil,,, kirim ke rekening aja yah hihihi…sy profesional disini..alah😛
    @bonek: oke deh… hihihi… ditunggu deh hasil kerjanya hehehehe…smg tdk mengecewakan huehehe…
    @ridwansyahyusufachmad: yeah… kampanye jg cup…

  8. ayo, orang Bandung brani jadi pelopor gak ?
    pilih yang independen.. klo dia kepilih and jalanin bener2 secara independen, bikin gebrakan and inovasi sana-sini bakalan jadi trend k depan tuh secara nasional,,

    daripada uang rakyat dipake buat ngebiayain partai.. tokh partai2 tertentu , kadernya banyak yg kacrut juga..

  9. wha,bagus juga,nih blognya.Informatif untuk saya, bukan asli bandung tapi ber-KTP bandung.
    trims ya.Oya,izin nge-link.
    Kalo tertarik timbal balik,silakan buka :
    ikhwanalim.wordpress.com

  10. Ping-balik: Pilkada Kota Bandung « Rmulyawan’s Journey

  11. Ping-balik: Jumlah suara sebanding dengan dana kampanye « Berawal dari Mimpi

  12. Saya bukan orang Bandung, tapi saya senang lihat antusias masyarakat Bandung khususnya yang melalui kanal internet dalam hal Pilkada.
    Mungkin sudah saatnya bangsa ini untuk mengenal pemimpinnya. Bukan hanya gambar-gambar yang dituhankan, seperti lambang-lambang partai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s