Aku mendekat akankah kau menjauh

Siapa bilang kalau para pemimpin ITB saat ini hanya memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang untuk bisa ‘menghidupkan’ kampus ini, bagaimana menjadi universitas kelas dunia, bagaimana mendapatkan input yang ‘baik’ dan menghasilkan output yang lebih ‘baik’ juga. Ternyata saya baru saja terketuk atas sebuah harapan dari pembimbing yang bisa disebut salah satu pemimpin ITB juga berkata kurang lebih seperti ini

…ITB harusnya membantu universitas lain. Saya tidak bangga kalau ITB hebat sendiri. ITB maju belum tentu negara ini bisa maju makanya semua universitas harus berkualitas ….. Disini nuansa ekslusifitasnya tinggi, padahal harusnya teknologi tidak begitu… istilah introvert mungkin sudah dikenal dari dulu tapi sekarang semakin didorong dengan teknologi. Coba lihat sekarang orang bisa dianggap menghadap tembok kalau berhadapan dengan komputer, trus sekarang juga ada HP buat sms-an…

Jleb, ini dia efek dari arogansi ITB. huff. Tapi yang lebih nyindir lagi karena emang saya suka autis kalau sudah berhubungan dengan komputer. apalagi saya sering kedapatan chat di lab hahaha.

…ITB harusnya tidak menjauh dari masyarakat, nanti suatu ketika bisa-bisa ITB dijauhi oleh masyarakat (mungkin saja sekarang sudah terjadi)…

Jleb, saya gak mau dijauhi masyarakat. Bentar lagi kan saya juga akan menjadi bagian dari mereka… (amiin)

…kamu kan sudah di jengjang akan memasuki dunia itu jadi perlu memahami bagaimana bermasyarakat…

amin… jadi Pak kapan saya boleh sidang >.< .. ^_^

Yah itulah potongan pesan dari beliau yang terjadi saat saya bimbingan “yang tidak perlu disebutkan apa itu”. kalimat yang dicetak miring itu kata-kata dalam pikiran saya pastinya. Bisa dikatakan hal yang ‘berharga’ yaitu proses bimbingan tersebut yang hampir tiap minggu karena diisi banyak wisdom yang lebih bernilai daripada knowledge. Momen tersebut adalah proses yang akan selalu dikenang dari proses “yang tidak perlu disebutkan apa itu”.

6 thoughts on “Aku mendekat akankah kau menjauh

  1. Setuju fit. Kalimat kiasan yang beliau rangkai selalu begitu mengena ya walau terkadang sulit untuk dicerna😀
    Pokoknya beliau d best lah mau meluangkan waktu buat kita2. Ada juga yang kuinget fit, beliau slalu megang komunikasi untuk menjalankan visi bersama. Wah so sweet yah *apa sih, hehe*. Jadi kapan juga saya sidang pak? >:)

  2. gagasan yg luar biasa, saya pikir banyak mahasiswa ITB (yg aktivis sekalipun) dan bahkan mungkin juga dosen yg sudah “lupa” dengan pemikiran dasar seperti ini..

    semoga menjadi penambah semangat buat kita untuk memberi manfaat bagi masyarakat..

  3. jadi ingat pak Yasierli..selalu ada nasehat bijak dalam bimbingan.

    saya menuggu traktiran pasca sidang, trnasferan juga boleh😀

  4. kalo saya lagi bimbingan “yang juga tidak perlu disebutkan apa itu” sama pembimbing saya, eh malah ngobrolin projek… heuheuhe

  5. @indz: iyaa, waktu bimbingan tuh digunakan bwt ngasi bimbingan yang benar2 ngebimbing.. :P… tapi TA sy nasibnya???
    @rmulyawan: kta berhuznuzon… banyak kok sebenarnya yang ingat tapi mgkn kita tdk tau…
    @aRuL: belum sidang… ><
    @arifrahmanlubis: belum tau kapan bisa mentraktir… T_T
    @nanda: huehehe tetep masih ada hub ma bidang TA?? klo saya… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s