When You Take Action, Miracle Happen!!

Sudah lewat berhari-hari setelah saya menjadi trainer SSDK (strategi sukses di kampus) untuk pertama dan mungkin terakhir kalinya😛 . Banyak hal yang bisa diceritakan dari pengalaman SSDK kemarin yang adalah pertama kalinya bagi saya karena sebelumnya saya pun tidak pernah ikutan SSDK termasuk sebagai peserta. Pengalamannya sebenarnya dimulai dari berbagai training yang dilewati tapi saya hanya akan bercerita potongan dari hari training SSDK buat mahasiswa ITB 2008 kemarin.

Di awal peserta kelas SSDK saya, yang notabene adalah mahasiswa STEI08, ternyata datang lebih cepat dari yang saya duga, setengah jam lebih cepat padahal saya belum beres mempersiapkan infokus dan tempat duduk akhirnya waktu setengah jam diisi dengan meminta mereka membentuk tempat duduk seperti huruf U. Kedatangan lebih cepat dari jadwal ternyata tidak menyebabkan pelatihan selesai lebih dulu malah justru molor paling lama >_<, semata-mata kekhilafan saya karena mengikuti keinginan peserta untuk memutar slide cerita yang harusnya jadi cadangan saya bila waktu berlebihan padahal waktu itu waktu dah pas-pasan bahkan kurang. Maafkan saya peserta dan panitia ^_^

Sebuah kalimat yang saya ungkapkan ketika di awal pelatihan untuk mendorong mereka berpartisipasi aktif adalah ketika kita memberi sesuatu maka kita akan memperoleh sesuatu sebagai balasannya. Saya meminta dukungan dari seorang peserta yang sudah pernah menonton the secret bahwa apa yang kita pikirkan maka itu yang terjadi pada kita. Hal itu juga yang saya katakan ke mereka di awal ketika menuliskan manfaat yang ingin mereka peroleh dari pelatihan SSDK ini bahwa hal tersebut dapat dicapai bergantung pada usaha mereka untuk memperolehnya. Prinsip itu pun berlaku kepada saya hari itu, dengan saya berbagi bersama mereka selama hampir 5 jam (^_^) untuk memotivasi mereka agar belajar banyak di kampus untuk mencapai kesuksesan mereka maka saya pun ternyata memperoleh banyak hal selama pelatihan berlangsung. Hal tersebut saya peroleh tentunya dari peserta sendiri sehingga di akhir saya tidak lupa tentunya berterima kasih atas partisipasi aktif mereka selama keberlangsungan pelatihan.

Banyak hal menarik yang saya hadapi. Apalagi kalau menceritakan peserta yang berjumlah 36orang dan unik-unik, dari yang suka senyum-senyum atau ketawa sendiri sampai ada juga yang kelihatannya cuek banget tapi pas ditanya ternyata semangat juga berbagi dengan lain. Dari yang cakep-cakep sampai cantik-cantik (trainer STEI lain boleh iri karena katanya kelas saya memiliki peserta perempuan paling banyak hihihi, ngumpul di saya-sesuai doa saya ^_^). Hal lain yang menarik sekaligus menginspirasi dari peserta adalah ketika berhubungan dengan cita-cita mereka yaitu dari peserta yang punya cita-cita spesifik, sudah ada yang terpikir untuk menjadi system analyst (eits ketebak mau masuk mana nih), sampai cita-cita yang menjadi dambaan beberapa peserta di kelas saya yaitu menjadi PRESIDEN. Mantap, Saya yakin mereka bisa mencapainya. Hehehe ada yang unik juga setelah pelatihan selesai ada peserta yang nge-add saya di ym untuk ngobrol trus ujung-ujung obrolannya dia mau ngejodohin saya ma alumni ITB yang juga baru dia kenal yang mungkin menginspirasi… busyet hahaha,, ada-ada aja yah.

Tentunya tidak sampai disitu cerita saya, ada sebuah bagian pelatihan yang saya ingin bagi juga buat pembaca. Maafkan hanya sebagian saja yang dibagi karena keterbatasan kesempatan untuk menuliskan yang selengkap-lengkapnya lagipula bila ingin lengkap mungkin bisa mengundang saya menjadi trainer lagi sukses di kampus hahahaha (dah sok profesional banget sih hahaha,,,) Ini dia potongan bagian dari pelatihan kemarin yang sebenarnya tidak pernah terpikir akan muncul dari jawaban peserta. Percakapan ini dimulai dengan saya bertanya kepada mereka “apa sih perbedaan kuliah dan sekolah ?

Peserta A: sama aja k kan sekarang kita tetap sekolah juga, kan STEI
*heh, pintar amat sih,,, nyadar aja,,, dasar anak STEI*
Trainer: ok pinter-pinter, saya ganti pertanyaanny apa bedanya sekolah menengah dengan sekolah teknik bla bla..
Peserta B: pakaiannya berbeda
Peserta C: jadwalnya lebih bebas waktu kuliah
Peserta D: guru sama dosen cara mengajarnya berbeda
Peserta E: aktivitas kuliah lebih banyak
Berbagai jawaban di atas sudah sempat terpikir di kepala saya sehingga sebelumnya sudah terbayang bagaimana saya merespon setiap jawaban tersebut. Sebuah jawaban yang juga menarik dan belum sempat terpikir sebelumnya muncul dari salah seorang peserta perempuan yang akhirnya menginspirasikan saya untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai materi ini.
Peserta F: bayarannya berbeda, kuliah bayarannya lebih mahal
Trainer: hooo iya yah bayarannya lebih mahal yah??
*diikuti oleh persetujuan peserta lain*
Trainer: biasanya segala hal yang biayanya mahal harusnya pelayanannya juga bagus kan yah, berarti apa yang kita dapatkan di kuliah harusnya lebih banyak donk daripada di sekolah bener gak?
Peserta F: iya bener k berarti ITB harus memberikan yang sebanding dengan biaya yang mahal ini
Trainer: Iya betul banget. Nah masih ingat kan dengan teori pertama “apa yang kita peroleh bergantung terhadap apa yang kita beri”.
*spontan peserta mengatakan ingat…*
Trainer: Nah berarti untuk memperoleh hal ‘lebih’ di ITB maka kita harus berbuat ‘lebih’ lagi dari apa yang kita perbuat saat kita sekolah. Sepakat tidak?
*semua peserta spontan mengiyakan*

Yah begitulah potongan percakapan tentang perbedaan sekolah dan kuliah. Percakapan ini terjadi ketika saya menjelaskan bagian pengenalan dunia kampus yang bertujuan untuk menekankan kepada peserta bahwa dunia kuliah dan sekolah itu berbeda dengan segala hal yang membedakan itu sehingga konsekuensinya adalah sikap maupun kebiasaan kita selama di sekolah tentunya harus berbeda juga saat kuliah. Percakapan yang mengingatkan saya juga pada template kalimat penutup pelatihan SSDK ini yaitu

No Action Nothing Happen,

When You Take Action, Miracle Happen!!

4 thoughts on “When You Take Action, Miracle Happen!!

  1. @arul: salam kenal, nama saya rahmat.
    SSDK = Strategi Sukses di Kampus (mudah-mudahan masih itu singkatannya :D)

    @ai: kalo mo jd system analyst emang masuk jurusan apa? hehehe, soalnya temenku yg EL ama IF sama2 jadi system analyst..😀

    btw quote-nya bagus, seperti pernah dikemukakan juga sama Pak Tung Desem Waringin, kejaiban lahir dari tindakan..

  2. halo fitrasani..
    good articel..
    benr tuch, kl ga ada action mana kita tahu ya kemampuan kia. dan jelas tidak akan terjadi apa2 yg berarti tanpa action..
    *camera… action* hhehe..bukan ya..
    btw lam kenal ya..

  3. Halo, halo, trainer🙂

    Selain lewat training, biasanya trainer2 juga nulis buku. Misalnya, Covey lewat buku 7 Habits-nya atau Reza Syarief dengan buku Life Excellentnya

    Siapa tahu nanti giliran Fitra yang berbagi pengalaman lewat tulisan di media cetak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s