Memperbaiki niat, menikmati ibadah

Sahabat, apabila kita ditanya; senangan mana hati kita, apakah setelah atau sebelum shalat? apakah sebelum kita menjalankan kewajiban yang datang dari Allah ataukah setelah kita menunaikannya? Ayo jawab tanpa pilihan bantuan…*hehehe lebai mksdnya jawab secepatnya tanpa mikir*

Barangkali sebagian dari kita menjawab kesenangan hati muncul manakala selesai menunaikan ibadah.

Saya ingat ketika waktu masih kanak-kanak diajak orang tua untuk liburan di pantai. Saya akan sangat bahagia, semangat, bergairah sejak sehari atau bahkan beberapa hari sebelum hari H. Membayangkan bahwa saya akan berliburan membuat hati saya gembira.

Sahabat, apabila kesenangan atau ketentraman hati itu muncul setelah kita menunaikan kewajiban kepada Allah, maka itu bukanlah suatu kesalahan, namun suatu ketidaksempurnaan karena ibadah masih kita anggap sebagai suatu kewajiban, dan belum merupakan kecintaan kita kepada Allah. -Dr. Ir. Edwan Kardena-

Mungkin karena, saya belum menikmati ibadah tersebut sebagai suatu perjalanan hati yang membahagiakan dan indah.

-Inspirasi dari Khutbah Idul Adha 1429H, –

7 thoughts on “Memperbaiki niat, menikmati ibadah

  1. masih banyak kekurangan gw dalam segi ibadah..kadang kala gw disebut atheist am temen2 gw..tapi gw jujur, gw ga atheist seperti yang diucapkan mereka..

    tapi untuk melakukan “ibadah tersebut” merupakan hal yang paling sulit…banyak godaan dari setan-setan yang ad d sebelah gw, untuk melakukan solat pun rasanya malas banget…

    ya mungki gw harus lebih banyak belajar lagi tentang agama…

    Peace and Love
    Red Dog

  2. kekurangan, hal yg memanusiakan manusia :)….
    membuat kta slalu sadar bahwa kta tdk sempurna….^_~
    dan bukan berarti kta takluk begitu saja krn kta bkn hewan yg mengalah pada nafsu

  3. Selain soal kewajiban itu, jadi inget juga kadang2 niat utk ibadah cuma karena “supaya masuk surga”. Padahal Kita masuk surga bukan karena amalan yah, tapi karena rahmat Allah aja. Huhu…

  4. Peringatan yang bagus🙂

    Tapi kalo dari sudut pandang berbeda, kebahagiaan setelah menjalankan ibadah bukan dipandang sebagai ‘lepas dari beban’, melainkan bersyukur masih diberikan kemampuan menjalankan syariat yang telah digariskan.

    Salam kenal.

  5. @Ajik: hahaha iya nih skrg mencoba update lagi…makasih diperhatikan🙂
    iya, kerja freelance🙂

    @Aryo: subhanallah, iya insyaAllah seperti itu adanya🙂..
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s