Saham Orang Makassar di Museum Bahari

Saya dulu benci malaaas sekali belajar sejarah. Sejarah itu layaknya pelajaran biologi di bidang sosial, benar-benar membosankan. Belajar sejarah itu dulunya seperti menghabiskan waktu hidup untuk menghapalkan hal-hal yang tidak tahu apa manfaatnya. Kalau dilanjutkan lagi cerita tentang muaknya saya dengan sejarah bisa-bisa orang yang suka sejarah bisa muak juga ma saya ahahaha.

Tapi se’benci-benci’nya saya ma sejarah toh saya ternyata lagi suka-sukanya berkunjung ke museum. Alasan pertama sih suka melihat benda-benda eksotis, hehehe ini ada hubungan dengan fotografi pastinya. Alasan kedua yaitu kelihatannya saya sedang tertarik untuk memperkaya wawasan saya tentang berbagai hal, deuh berat amat alasannya khususnya sejarah. Seperti halnya dulu saya tidak suka menulis dan akhirnya sekarang jadi suka menulis, mungkin itu dapat menjadi alasan kenapa sekarang saya tertarik dengan sejarah. Alasan lain yang sebenarnya ingin saya tutupi adalah karena kayaknya hampir semua mal-mal besar di Indonesia sudah saya datangi ahahaha tapi justru museum-museum terkenal di Indonesia belum semua saya datangi. Padahal mungkin banyak orang-orang non-Indo jauh-jauh datang ke Indonesia untuk ke tempat-tempat itu, *intinya saya tidak mau kalah :P*.

Dimulai saat dua minggu lalu berlibur ke Jogja dan berjalan-jalan di kompleks keraton, dengan ditemani tur guide yang dengan setianya bercerita banyak tentang sejarah keraton. Setelah saya kembali ke Jakarta (sebenarnya ke bandung dulu) akhirnya saya jadi terpikir ingin ke museum lagi. Yang terpikir yah satu tempat di Jakarta, tempat dimana terdapat berbagai museum, yaitu kota tua jakarta. Akhirnya berangkatlah saya ke kota tua dengan busway, mudah sekali.

Sampai di Kota, museum pertama yang saya kunjungi adalah museum fatahillah, isinya banyak berhubungan dengan sejarah jakarta/jayakarta/batavia. Apa saja yang saya lihat di dalam museum itu, hehehe jangan minta saya sebutkan semuanya karena buanyak banget… Yang saya ingat banget adalah pada umumnya properti dalam museum pasti ada hubungannya dengan sejarah portugis yang datang ke Indonesia sehingga mengingatkan saya kembali bahwa kita pernah dijajah portugis hihihi serius saya hampir lupa dengan ini. Trus dari situ saya ke museum wayang dan museum seni rupa dan keramik (baru tahu ada museum ini) yang terdapat di dekat museum fatahillah. Beuh isinya capek juga ahahaha. Di museum seni rupa saya bisa menebak lukisan Affandi dari karakter tulisannya. Ya iyalah secara saya sudah cukup ‘muak’ liat lukisan narsis Affandi di Rumahnya seminggu sebelumnya. “Ada yang tahu berapa jumlah lukisan potret diri Affandi???” kayaknya banyak banget versinya, bahkan salah satu patung yang dia bikin aja potret diri, ckckck narsis ^^V. Kalau cerita ini dilanjutkan bisa-bisa nanti akan sangat membosankan seperti laporan perjalanan study tour anak SD ke museum-museum😛.

Sebenarnya hal menarik yang ingin saya ceritakan adalah museum terakhir yang saya kunjungi, museum terjauh di daerah kota tua jakarta itu yaitu yang terdapat di pelabuhan sunda kelapa, yaitu museum bahari. Dari kompleks museum fatahillah, saya mesti naik bemo dulu kesitu. Nah dari museum-museum yang saya datangi sebelumnya, ini museum tersepi, tercatat hanya saya dan teman saya yang datang berkunjung, dan juga ter’bobrok’ alias masih dalam renovasi karena ternyata dulunya bekas gudang disitu.

Jadi, yang menarik apanya?

Sebenarnya ketika masuk di awal saya disajikan beberapa catatan sejarah tentang Jakarta khususnya pelabuhan Sunda Kelapa. Tapi lama kelamaan, saya jadi sering membaca tentang sejarah pelaut bugis/makassar. Bahkan bila dibagi menjadi 3 masa sejarah bahari yaitu masa permulaan, pertengahan, dan saat ini. Masa permulaan itu berisi tentang sejarah berbagai pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia di sumatra, jawa, dan sulawesi. Nah dari masa pertengahan itu isinya tentang saudagar bugis maupun makassar semua. Waah mantap lah.. Jadi kalau mengakumulasi secara cepat sejarah-sejarah bahari yang saya baca didominasi dengan sejarah dari Makassar. Hingga akhirnya saya terpikir ingin bertanya,

Berapa saham orang bugis di Museum Bahari?

*Bugis dan Makassar sebenarnya adalah nama suku yang terdapat di daerah sulawesi selatan yang beribukota Makassar. Jadi maksud orang Makassar di judul saya tertuju pada semua orang yang mendiami sulsel, baik suku bugis atau makassar

9 thoughts on “Saham Orang Makassar di Museum Bahari

  1. wew,, jadi inget.. salah satu temen saya yg gak lulus TA ambil kasusnya di Museum Bahari.. putus asa dia,, susah katanya..

    well,, kata dosen idola saya.. (dosen arsi,, pasti pada gak kenal.. bukan dosen seleb kok,, tapi yg ngerancang labtek v-vii loh..) ciri masyarakat maju itu dilihat dari kebiasaan mereka ke museum..

    sebagai analogi,, kalo orang di barat dateng ke satu kota baru.. dia pasti minta diajak ke museum paling bagus di kota itu.. nah,, kalo orang indonesia,, pas baru dateng ke kota yg belum pernah dikunjungi sebelumnya justru nanya.. “di sini makanan khasnya apa?” alias wisata kuliner dulu..haha..

    debateable sih,, pasti dia juga gak riset dulu soal itu.. tapi cukup bisa ngegambarin habit orang indonesia yg masih ngeduluin perut dari otak..

    saya suka sejarah, fit.. jadi kalo mau diajak tur nurunin jalan braga mpe alun-alun sambil saya ceritain satu2 sejarah bangunannya bilang aja..:D

  2. Sbg penggemar sejarah (dan pengetahuan2 umum yg pada umumnya kurang umum -dan kurang berguna), gw prnh baca bahwa kapal2 Bugis, Maluku, dan Polinesia daya jelajahnya terjauh di dunia sebelum era Columbus. Rumpun Austronesia tersebar dari Madagaskar sampai Easter Island, dari Hawaii sampai New Zealand (bhsnya pun msh bersaudara). Lucunya, Australia luput, gw jg nggak tau knp.

    Nah, sekarang, pertanyaan yg penting adalah:
    Kaca itu benda padat atau cair?

  3. @ sali : wah, mauuu dong kk sali! aku jg suka sejarah..🙂 suka bgt, tp sangat tak suka klo menghafal-hafal (jd suka sebagai penikmat gt, klo masalah mengingat-ingat… ouchhh! sebisa mungkin jauhhin deh :p). mau dong itu keliling smbil jelasin sejarah, kk sali!

    @ fitra : ato kita jdkan sj ini program ibu2??? gmna jeng? (aku jd inget jg, pas aku nyari2 suatu tempat di jl asia afrika, ahirnya aku berkunjung di museum asia afrika, gedung merdeka tea. trus jd kepikiran utk berkunjung2 ke historical places di bdg. hehe… mumpunglah masi di bdg kan? :D)

  4. Aku sudah 11 tahun lebih di Malang, tapi belum pernah sekalipun ke museum terbesar di Malang.

    Padahal dulu di Sulawesi sering main ke museum, lihat senjata-senjata.

    Hmm… kapan-kapan(?) ke museum ah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s