Doa untuk waktu yang terbatas

Belakangan ini, alias beberapa bulan terakhir saya tuh merasa dikejar-kejar waktu. Walaupun dari SMA saya tuh dah sering parno inget akan mati, yah ceritanya dari SMA entah kenapa saya merasa saya akan mati muda 😛 *panjang ceritanya kenapa saya punya firasat ini*. Tapi sekarang rasanya perasaan resahnya berbeda aja, kalau SMA tuh perasaan dikejar-kejar ma kematian itu membuat saya sering mencoba untuk interopeksi diri khususnya memperbaiki ibadah saya kepada Allah. Nah, tapi sekarang lebih menakutkan perasaan dikejar-kejar itu membuat saya tidak hanya berpikir tentang ketidaksempurnaan ibadah saya kepada Allah tapi juga ketidaksempurnaan saya karena belum mencapai apa yang saya ingin capai di dunia ini.

Mungkin terkesan serius untuk mencapai hal-hal yang diinginkan di dunia ini, tapi keinginan saya ‘sederhana’ karena saya ingin menjadi diri yang ‘spesial’ di hadapan-Nya, atas apa yang saya lakukan di dunia tempat saya singgah sekarang, ketika bertemu dengan Sang Pemilik Diri ini di tempat terindah dan spesial tentunya. Semangat itu terinspirasi oleh sebuah ayat AlQuran yaitu Al-Balad Ayat 12: “…Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? yaitu melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir…

 Sederhananya adalah saya merasa belum menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Nah tiba-tiba perasaan dikejar waktu itu ter’ungkit’ lagi pagi ini. Yeah beginilah alkisahnya *lebay amat bahasanya*

Pagi ini tepat tiga hari berturut-turut saya ke bandara Soekarno Hatta (buset dah kayak pegawai bandara aja saya), kalau dua hari kemarin saya menjemput orang tapi hari ini saya melepas orang. Tepatnya saya melepas tiga orang yang sangat saya sayangi untuk pergi umroh yaitu Ibu saya, Nenek saya (Ibu dari ayah saya), dan tante saya (adik dari ayah saya).
Sedih rasanya melepas kepergian orang, hehehe enakan jadi orang yang pergi dan lebih enak lagi kalau diajak umroh ahahaha. Nah di saat sedih itu saya akhirnya hanya bisa berpesan jaga kesehatan bla-bla… tapi saya malah lupa bilang sesuatu, akhirnya saya berinisiatif sms kalau tidak salah isinya begini:
“Mama, jangan lupa yah doakan moga-moga kita nanti sama-sama bisa kesana.” *waktu ngirim ini entah kenapa saya jadi sedih banget, hehehe sedih karena sedang mengingatkan pada diri sendiri terhadap target yang saya harus capai untuk pergi haji bersama orang tua,,, kyabooo tapi oh tapi finansial aja saya belum siap :P*
dan ternyata balasan ibu saya tersayang, tercinta, tercantik, dan terhebat *edan gombal abis saya*:
Ya nak jaga diri jaga kesehatan dan jaga kehormatan insyaAllah kita sama2ke baitullah sama menantu dan cucu mama. Amin
*ziiiiiiiiinnnnggggggg,,,, beneran saya terpaku baca sms itu, errrr sedih sih tidak cuma tiba-tiba risih ahahahaha,,,*
Tapi di satu sisi sebenarnya saya girang, horeee masih ada waktu untuk saya mempersiapkan mimpi saya itu dan tentunya *ceritanya menghibur diri sendiri :P*

Ya Rabbi, semoga waktu berpihak padaku. Bersabar yah mama dan papa, semoga Allah memberikan umur yang panjang pada kalian berdua untuk menemaniku mencapai mimpiku dan mimpi kalian ^_^. *Yang baca wajib mengamini :P*

Iklan

Surat Rindu untuk Mama

Assalamualaikum. Ai, mama bilang sering nulis lagi donk di blognya. Ttg apa kek. Soalnya mama suka baca, apalagi kalau dia lagi rindu, he2…

Itulah sepotong sms dari ayahku.
Saya yang tadinya sedang mengerjakan draft  executive summary proyek pun segera ingin menyelesaikan kerjaan itu. Setelah draft itu selesai, akhirnya saya segera membuat membuka aplikasi notepad dan mulai mencoba menulis lagi. Sebenarnya sudah sering saya niatkan untuk menulis blog lagi tapi selalu terinterupsi dengan membuka facebook, komen plurk (ini sudah jarang sih), atau bermain dengan delphine (nama pet societyku :P), atau apapun itu, hehehe. Padahal banyak yang ingin diceritakan karena sejak lulus bulan oktober kemarin banyak hal-hal baru yang saya alami, kerjakan, dan datangi 😀 *Bukan kuliah-rapat-kosan lagi ihihihi*.
Nah, sekarang ceritanya bingung mau mulai cerita tentang apa. Jadi, saya memutuskan untuk me-list dulu hal-hal yang terlewatkan untuk ditulis. Jadi, di bulan kemarin ada apa sih?

Pertama, pengalaman pertama saya menjadi penyaji dan pemakalah di Konferensi Nasional Sistem Informasi 2009 kemarin yang diadakan oleh Teknik Informatika ITB dan UII dan diselenggarakan di Jogjakarta. Cerita menariknya adalah ketika saya membandingkan pengalaman di konferensi itu dengan pengalaman kedua menjadi pemakalah di Simposium Nasional Sistem Teknologi Informasi 2009 yang diadakan oleh Pascasarjana FE UGM dan diselenggarakan lagi-lagi di jogjakarta. Cerita menariknya adalah ketika saya masuk ke dalam dua lingkungan akademis dari latar belakang pendidikan berbeda, yang satu teknik yang satu sosial, ternyata menarik dan memang berbeda keduanya tapi sesungguhnya saling mengisi.

Kedua, pengalaman jalan-jalan. Sebenarnya kebetulan dan tidak direncanakan bulan januari, semua serba dadakan tapi hasilnya saya bisa jalan-jalan ke kota-kota yang baru buat saya seperti jogja dan malang. Hal yang menarik adalah tujuan utama berlibur bukan hanya menekankan pada tempat-tempat indah tapi juga perjalanan dan pertemuan dengan orang-orang yang tidak biasa kita temui. Contoh yang paling jelas adalah ketika saya ke surabaya dengan niatan utama ingin ke BROMO tapi batal sehingga bukan berarti liburan saya tidak menyenangkan ^_^.

Hah dua hal menarik di atas sebenarnya bisa jadi 4 tulisan ahahaha… nah sekarang waktunya membuat tulisan baru. Tulisan ini sebenarnya panjang lebar *menjadi luas* tujuannya untuk menyampaikan bahwa
I MISS U TOO MOM 😀
Terbukti terkadang tidak mudah menyampaikan rasa rindu kita kepada orang lain, bisa panjang lebar dulu seperti saya tadi 😛 atau mungkin dengan hal-hal tidak penting lain 🙂