Selamatkan nilai luhur bangsa dari bahaya pornografi
14 Mei, 2008 at 8:59 am | In ASAIndonesia, pornografi | 3 CommentsKepada yth,
Ir. Jero Wacik
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
Republik Indonesia
Di Jl. Merdeka Barat No. 16
Jakarta Pusat
Dengan hormat,
Manisnya apel demokrasi, buah dari reformasi yang sejak sepuluh tahun tahun lalu digulirkan, menimbulkan berbagai macam ekses di masyarakat, baik yang negatif maupun yang positif. Kekhawatiran banyak orang pasca lengsernya presiden Suharto tahun 1998 terhadap kebebasan informasi yang tampil dengan berbagai wajahnya juga terbukti sudah. Dalam masyarakat, euforia reformasi ini ditandai dengan ditabuhnya genderang liberalisasi media; bahwa kebebasan menjadi benar-benar tak terbatas, dan seketika itu juga terdapat penyelinap yang memanfaatkan kesempatan. Dialah ideologi kapitalisme yang berdiri kokoh menyokong industri pornografi yang dengan segala kelicikannya mengemas dengan berbagai label yang memukau, memakai topeng, dengan media sebagai tunggangan. Dengan keuntungan sekitar 7 milyar USD pertahun, mereka dengan sigap akan membelit dengan ganasnya laksana gurita raksasa. Tentakelnya antara lain, media cetak, televisi, internet, handphone, film layar lebar di bioskop maupun yang dicetak di dalam kepingan VCD/DVD.
Saat ini, dalam industri hiburan di Indonesia, film menjadi salah satu primadona masyarakat. Sederhana saja, karena film memiliki kekuatan komunikasi visual, yang secara alami merupakan media penyampai pesan yang luar biasa kuat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam film bersangkutan. Sejatinya, film-film tersebut (terutama film Indonesia) haruslah menyampaikan pesan nilai-nilai positif dalam membangun kehidupan masyarakat demi tercapainya peradaban manusia yang lebih tinggi. Nilai-nilai luhur bangsa, prinsip dan filosofi hidup dalam masyarakat yang beradab haruslah menjadi referensi utama dalam setiap pembuatan film. Tidak hanya itu, film juga kemudian harus menjadi sarana edukasi bagi setiap penontonnya. Sehingga, dapat dipastikan, setiap hal yang di-‘kampanye’kan dalam film, akan masuk kedalam memori penonton dan menjadi dasar dalam pembentukan perilaku masyarakat yang menontonnya.
Continue reading Selamatkan nilai luhur bangsa dari bahaya pornografi…
Berbagi kekhawatiran
8 Mei, 2008 at 10:09 am | In BBM | 4 CommentsKenaikan harga bahan bakar minyak biasanya segera diikuti kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Sementara penghasilan tidak secara langsung meningkat. Hal ini pula yang kini menjadi beban pikiran Abdullah, seorang guru sekolah dasar di Jakarta. Sudah 22 tahun ia mengabdi sebagai guru dan melakoni kehidupan sederhana hasil dari mengajar agama di SD Negeri 02 Petang Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Kini ia bigung karena sadar jalan hidupnya dengan seorang istri dan enam orang anak tidak akan makin mudah setelah pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM. Kenaikan harga BBM yang pasti akan segera pula diikuti kenaikan harga sembako membuat berpikir panjang. Karena itu Abdullah sudah bersiap diri menyiasati kondisi agar dapurnya tetap berasap sepanjang bulan.
Bukan hanya menu makanan, mungkin Abdullah juga harus menyiasati ongkos transportasi yang pasti membengkak. Bagaimanapun beratnya kondisi nanti, tidak ada pilihan lain bagi Abdullah selain berusaha semakin pintar menyiasati gaji yang belum jelas apakah akan juga ikut naik. Apalagi kompensasi kenaikan harga BBM pasti tidak akan ia terima.
Saya yakin masih banyak Abdullah lain di negeri ini. Hiks miris yah. Krisis Energi ini secara tidak langsung berdampak juga pada semua bidang kehidupan kita. Ya iyalah hampir segala hal yang kita pakai sekarang ini diproduksi dengan membutuhkan energi. Eniwei, hari ini minyak dunia sudah mencapai 128 barel/dolar. Mengutip berita di Detik.com, seorang anggota DPR berkata “kalau BBM naik 30% maka jumlah penduduk miskin akan bertambah sekitar 3 jutaan”
So apa yang bisa saya lakukan? Saya masih menyimpan mimpi Indonesia di masa mendatang akan berkembang berbagai energi alternatif seperti biofuel yang diperoleh dari daratan, hingga diperoleh dari lautan yaitu Energi Panas Laut (restui jalan kami Ya Rabb). Saya kadang gemes kalau ngomongin tentang energi alternatif, sejak SMA saya tahu ada yang beginian tapi ampe sekarang tetap saja BBM merajalela. Alasannya biasanya ada aja kelemahan dari masing-masing energi atau mungkin harga produksi yang tinggi, dan banyak lainnya hingga akhirnya semua selalu kembali ke penggunaan BBM.
Tapi jangan putus asa fitra, edison aja berkali-kali mencoba baru mendapatkan lampu yang bisa nyala
Sederhananya masyarakat Indonesia perlu mengubah ketergantungan terhadap fossil based fuel menuju ke energi alternatif yang non fossil based fuel. Kita perlu mengurangi ketergantungan penggunaan energi dari fossil, tidak mudah emang ibaratnya orang yang udah nyaman pakai windows trus disuruh pindah pakai Linux (lah maksa banget nih, termasuk saya hahaha).
Yah mungkin memang benar kita kasihan karena masalah ekonomi yang berat seperti kata Presiden kita di pidato kenegaraan seminggu yang lalu. Tapi terlepas dari kondisi yang menghimpit kita itu yakinlah bahwa Indonesia tetap harus Bangkit. Indonesia dianugrahkan banyak potensi yang beberapa diantaranya belum tergali. Mari teman, kreatif mencari solusi untuk Kebangkitan Bangsa ini. Eniwei, Oleh karena terkadang orang yang terjepit bisa jadi semakin kreatif mencari solusi maka ke depannya semoga semakin banyak rakyat yang bisa mengaplikasikan energi-energi alternatif atau dapat menciptakan sendiri energi seperti program desa mandiri energi (teringat pada usaha seorang Ibu Tri Mumpuni), dan banyak lainnya. Satu tangan Ibu Tri Mumpuni mungkin secara tidak langsung dapat membantu Pak Abdullah tapi banyak Pak Abdullah lain yang butuh tangan-tangan lainnya. Tangan ini mungkin tidak bisa berbuat banyak hari ini tapi minimal tangan ini masih bisa diangkat untuk berdoa untuk Pak Abdullah lain agar selalu tegar dan kreatif, berdoa agar makin banyak Ibu Tri Mumpuni yang lahir dari Ibu Pertiwi, dan juga berdoa untuk para pemimpin kami agar BIJAK dan KREATIF dalam menghadapi masalah Bangsa ini…
Apakah tangan kita akan menjadi bagian dari itu???
-sekedarberbagikekhawatiran-
cybernatic
30 April, 2008 at 10:00 pm | In LiveMyLife | 9 CommentsSudah dua minggu TA ku tertunda setelah terakhir saya presentasi tentang gambaran analisis TAku. Hari ini, sesuai dengan niatanku semalam secara dokumennya baru rampung kemarin akhirnya kuberanikan diri *kayak apa aja* untuk menghadap dosen pembimbing setelah kemarin dokumen kukirimkan kepada beliau. Untungnya dengan sangat jodoh, saya bisa bertemu beliau di tengah kesibukan beliau dan tentunya padatnya kuliah hari Rabu ini *I hate wednesday*… Jadi yang menarik dengan diskusi kali ini tentunya selain kelihatannya ada lampu hijau untuk seminar tapi ada lagi satu pembicaraan yang ampe sekarang bikin tanda tanya nih buat saya.
Jadi ceritanya, di saat sedang konsennya saya berdiskusi dengan pembimbing saya tiba-tiba entah ada angin apa tiba-tiba dosen saya nyinggung tentang “memberantas kemiskinan”,,, heh &$@@#(*&)&$^@ apa saya tidak salah dengar ma perkataan beliau @_@, kayaknya saya familiar dengan kata-kata itu, tapi kok beliau bisa terpikir itu darimana??? lanjut,,, apa yang terjadi kurang lebih terceritakan disini
fitra sani: trus akhirnya entah kenapa tiba2 dosen sy nyeletuk contohnya ttg memberantas kemiskinan,,, kemiskinan itu apa sih,,,kemiskinan itu banyak kan,,, bisa kemiskinan ini bsa kemiskinan itu,,, dan dari segi tingkah laku pendidikan pun bsa disebut kemiskinan bla2,,
fitra sani: wuaaa saya kaget
fitra sani: busyet,,, apa pembimbing sy tau sy lg ngurusin seminar tentang itu
fitra sani: wuaaa itu wktu dengar dia ngmg sambil antusias sambil deg2an entar diakhir akan ditutup dgn omongan apa nih
,,,soalnya klo ketauan msh sibuk entar kan gk enak jd dihub2in ma TA ![]()
fitra sani: untungnya tuh pembimbing sy entah tiba2 dapat pikiran ngmg gitu dari mana…
fitra sani: awalnya sy sempat mikir krn yg bertemu sebelumnya aji,,,jgn2 si aji habis ngmgin kemiskinan ma beliau
fitra sani: jd deh keangkat di aw,,, trnyata gk donk,,, dan gak habis mikir kok bsa yah dia omongin persis seperti materi talkshow FIM :))
yosimolina: :))
fitra sani: trus jg sempat ngecek blog perasaan di blog sy gk ada tulis2 ttg kemiskinan hahaha,,,
yosimolina: hebat
yosimolina: itu namanya.. cybernatic
fitra sani: apa tuh
yosimolina: gak ada dalam bahasa pemprograman ya
yosimolina: ini sebenarnya teori baru dalam psikologi
yosimolina: uni gak mempelajari secara mendalam
yosimolina: dapat dari dosen secara selentingan
yosimolina: jadi intinya…
yosimolina: antar pikiran orang2 yang saling berinteraksi terkadang telah ada komunikasi alam bawah sadar
fitra sani: hoooo,,, waw keren2
yosimolina: pernah gak fitra mengalami hal ini
yosimolina: contoh ya..
fitra sani: apa
yosimolina: fitra niat mau nelpon atau sms seseorang
yosimolina: eh tiba2.. fitra lagi ngetik no hp or smsnya.. tiba2 sms atau telpon dari orang tersebut masuk duluan
yosimolina: yang ternyata.. niatnya sama ama fitra
yosimolina: pernah gak?
fitra sani: mmm pernah2,,,,
fitra sani: itu jd cybernatic yah???
yosimolina: itu salah satu contoh sederhananya
yosimolina: soalnya…. uni agak sulit menjelaskan pengertiannya ![]()
yosimolina: dalam hal yang sudah tingkat tinggi
fitra sani: mmm,,,itu knp bsa pikiran berinteraksi
yosimolina: nah,itulah…
yosimolina: kalau bahasa agamanya.. ukhuwah
yosimolina: psikologi.. itu memang terkadang sulit dijelaskan
Wuih edan kan,,,hahaha,,, tapi sekarang belum masuk di logika saya kira-kira kenapa bisa tiba-tiba pembimbing saya ngomongin tentang kemiskinan trus menghubungkannya ke pendidikan,,, wuaaa saat mendengarkan beliau ngomong sama persis berasa dejavu dengan saat-saat konsep materi acara kemarin-kemarin >.< waduh saya bingung apa beliau pernah dengar saya ngobrol yah??? tapi perasaan saya gak pernah rapat dekat-dekat beliau hahaha… wuaduh aneh…
Tapi bukan hanya itu saja, tadi siang setelah salat di salman dan jalan ma Aji ke Labtek V. Di saat jalan dan berbicara tentang perkembangan Talkshow (awalnya disebut seminar) Kebangkitan Nasional bertemakan kemiskinan oleh FIM dan KM ITB tiba-tiba lucunya saat melewat tiga orang bapak dan ibu kebetulan seorang ibu bertanya kepada salah satu temannya “bagaimana dengan tempat buat seminarnya“. Saya dan Aji kontan saja berpaling ke orang-orang itu… *kok sama sih ma urusan acara seminar/talkshow Kebangkitan Nasional FIM >.<* dan lucunya yang didengar Aji justru “bagaimana dengan tempat buat seminar kemiskinan” edan hahahaha padahal saya gak dengar ada kata kemiskinannya,,, menghantui amat sih…. Jadi apakah pengalaman ini juga bisa disebut cybernatic…. hehehee,,, yah biar anak Psikologi yang menjawabnya,,,
Update: Kelihatannya saya punya hipotesa kenapa tadi pembimbing saya mengungkit masalah kemiskinan,,, yah tidak bisa dipungkiri bangsa ini adalah bangsa yang miskin dengan ditunjukkan karena Indonesia sedang mengalami kesulitan ekonomi *itulah yang disebutkan oleh Bapak Presiden dalam pidato kenegeraannya*. Kesulitan ekonomi yang berasal dari krisis energi (minyak) dan pangan dunia yang berdampak bagi negeri yang sangat labil ini T_T. Suuzon skali awalnya saya berpikir alasan pembimbing saya menyebutkan masalah itu karena berhubungan dengan saya padahal saya lupa bahwa bangsa ini memang sedang di status “darurat hampir miskin” dan harusnya menjadi perhatian semua masyarakatnya…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




![Kongres78 [4] Kongres78 [4]](http://farm3.static.flickr.com/2304/2422469063_d50139af5b_t.jpg)